Advertisement
Indonesia Positif

Bangun Kesadaran Hukum Lewat Isu Mikroplastik: FH UWG Kolaborasi dengan ECoton dan SIEJ

Fakultas Hukum Universitas Widya Gama/ UWG Malang bersama ECoton dan SIEJ (Society of Indonesian Environmental Journalists) menggelar Talk Show bertajuk “Membangun Kesadaran Hukum Lewat Bencana Mikroplastik”, bertempat di Lobi Kampus 2 UWG Malang

TIMES Indonesia,
Bangun Kesadaran Hukum Lewat Isu Mikroplastik: FH UWG Kolaborasi dengan ECoton dan SIEJ
(FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Fakultas Hukum Universitas Widya Gama/ UWG Malang bersama ECoton dan SIEJ (Society of Indonesian Environmental Journalists) menggelar Talk Show bertajuk “Membangun Kesadaran Hukum Lewat Bencana Mikroplastik”, bertempat di Lobi Kampus 2 UWG Malang,  Rabu (5/11/2025). 

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi penting untuk memahami persoalan hukum dan lingkungan yang ditimbulkan oleh krisis mikroplastik di Indonesia.

Advertisement

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Hukum UWG (Dr. Ibnu Subarkah, SH.,MHum) dan dihadiri oleh Kaprodi Ilmu Hukum, dosen, mahasiswa FH UWG, masyarakat pemerhati lingkungan, serta warga umum yang membawa sampel air dari rumah masing-masing untuk diperiksa kandungan mikroplastiknya oleh tim ECoton.

Dalam kegiatan ini hadir empat narasumber utama yaitu M. Alaika Rahmatullah (Koordinator ECoton), Eko Widianto (Bidang Advokasi Lingkungan Hidup SIEJ), Rafika Aprilianti (Peneliti ECoton), dan Dr. Purnawan Dwikora Negara, SH., MH. (Dosen FH UWG Malang).

Talk-Show-ECoton-dan-SIEJ.jpg

Salah satu sesi menarik disampaikan oleh Rafika Aprilianti, peneliti ECoton, yang memaparkan hasil riset berjudul “Temuan Mikroplastik di Udara 18 Kota di Indonesia.” Ia mengungkap bahwa mikroplastik kini tidak hanya mencemari air dan laut, tetapi juga udara yang kita hirup setiap hari. Partikel plastik yang terpecah dari limbah rumah tangga dan industri dapat masuk ke tubuh manusia melalui pernapasan, kulit, maupun makanan dan minuman.

“Permukaan mikroplastik itu seperti magnet. Ia mudah mengikat logam berat dan bahan kimia berbahaya, sehingga tingkat racunnya bisa mencapai hingga 106 kali lipat dari logam berat tunggal,” jelas Rafika. Ia juga menyoroti dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia, mulai dari gangguan pernapasan, peradangan organ dalam, hingga potensi gangguan sistem saraf bila partikel ini menembus otak. Rafika menekankan perlunya kebijakan hukum yang tegas terhadap produsen plastik serta perubahan perilaku masyarakat untuk mengurangi plastik sekali pakai.

Advertisement

Sementara itu, Dr. Purnawan Dwikora Negara menekankan pentingnya pendekatan hukum lingkungan yang humanis dan berbasis kesadaran publik. Menurutnya, bencana mikroplastik bukan sekadar isu sains, tetapi juga krisis moral dan tanggung jawab hukum bersama. “Hukum harus hadir untuk melindungi hak masyarakat atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat,” ujarnya.

uji-air.jpg

Para peserta juga diajak berdialog interaktif mengenai peran hukum dalam mengatur produksi dan distribusi plastik sekali pakai, serta bagaimana masyarakat bisa ikut berkontribusi melalui tindakan hukum dan gaya hidup ramah lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat melihat langsung hasil uji air rumah tangga yang menunjukkan adanya partikel mikroplastik dalam jumlah signifikan. Temuan ini menggugah kesadaran akan pentingnya tanggung jawab hukum dan etika lingkungan di tingkat individu maupun institusi.

Talk show ini menjadi bukti nyata bahwa UWG Malang tidak hanya fokus pada pendidikan hukum teoretis, tetapi juga aktif dalam gerakan advokasi lingkungan dan literasi hukum publik, menjembatani dunia akademik dengan isu-isu ekologis aktual. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSantoso (CR-058) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia