TKA SMA An Nur Malang: Upaya Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Kualitas Lulusan
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Pelajaran 2025/2026 di SMA An Nur Malang berlangsung lancar dan tertib pada 3–6 November 2025. Sebanyak 855 siswa mengikuti tes yang terbagi dalam dua gelombang tersebut.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Pelajaran 2025/2026 di SMA An Nur Malang berlangsung lancar dan tertib pada 3–6 November 2025. Sebanyak 855 siswa mengikuti tes yang terbagi dalam dua gelombang tersebut.
Kepala SMA An Nur, H. Hanafi, S.P., M.Pd.I., menyampaikan bahwa TKA memberikan banyak manfaat bagi peserta didik dan sekolah. Menurutnya, dihapusnya ujian nasional menyebabkan sebagian siswa kehilangan motivasi belajar, sehingga diperlukan instrumen evaluasi tambahan. “Kehadiran TKA dapat memicu semangat belajar siswa. Tes ini menjadi indikator pembanding nilai rapor agar yang lolos ke perguruan tinggi negeri benar-benar siswa yang berkualitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa hasil TKA tidak hanya menjadi bahan evaluasi peserta didik, tetapi juga tolok ukur peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu guru.

Terakhir ia menyampaikan bahwa setiap peserta akan memperoleh sertifikat yang dapat digunakan untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, atau sebagai nilai tambah ketika melamar pekerjaan di masa depan, tutupnya.
Kepala Urusan Kurikulum, Drs. Kurniadi Sutikno, menjelaskan bahwa kelancaran TKA selama empat hari tersebut berkat kerja sama proktor, pimpinan sekolah, dan dukungan lembaga terkait, termasuk PLN. Ia juga memaparkan bahwa TKA berfungsi sebagai validator nilai rapor yang selama ini hanya bersumber dari Semester 1–5. “Tahun ini, nilai rapor harus dilengkapi dengan sertifikat TKA,” jelasnya.
TKA terdiri atas dua kelompok mata pelajaran, yaitu kelompok wajib dan kelompok peminatan sesuai pilihan siswa. Dari total 857 siswa kelas XII, sebanyak 855 siswa mengikuti TKA, sementara dua siswa lainnya terkendala masalah administrasi. Kurniadi menegaskan bahwa TKA bersifat tidak wajib sehingga ketidakhadiran kedua siswa tersebut tidak menjadi masalah.

Pelaksanaan TKA di SMA An Nur dibagi menjadi dua gelombang, dengan setiap gelombang terdiri atas dua sesi. Pembagian ini dilakukan karena keterbatasan sarana dan prasarana. Sebanyak 11 laboratorium komputer digunakan sebagai ruang ujian, dengan masing-masing ruang didampingi satu proktor.
Pengawasan ujian dilakukan secara silang dengan melibatkan pengawas dari sekolah sekitar, yaitu SMAN 1 Bululawang, SMA Al Munawariyah, SMA Al Hikmah, dan SMA Hasanuddin Wajak. Selain itu, terdapat pengawas penyelia dari perguruan tinggi yang memantau jalannya ujian melalui Zoom di setiap ruang, serta Pengawas Pendamping Penyelia yang merupakan dosen, tutupnya.
Salah satu peserta, Lutfa Zaynaba Al Dzakya, siswi kelas XII.18, mengaku lega setelah menyelesaikan TKA. “Suasananya cukup menegangkan karena pengawas berasal dari luar sekolah dan soalnya menantang. Mata pelajaran peminatan relatif mudah, tetapi mata pelajaran wajib seperti Matematika cukup menyulitkan. Namun, saya sudah mempersiapkan diri dengan mengikuti bimbingan TKA dua minggu sebelumnya, dan itu sangat membantu,” tuturnya. Ia berharap memperoleh hasil terbaik agar dapat masuk ke kampus impian dengan mudah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

