Advertisement
Indonesia Positif

70 Persen Wilayah Banjarnegara Rawan Bencana, Ini yang Dilakukan Bupati Amalia Desiana

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, tegaskan 70% wilayahnya rawan bencana seperti longsor dan banjir. Menghadapi cuaca ekstrem, status siaga bencana ditetapkan hingga Maret 2026, didukung dengan pengukuhan 20 Kecamatan Tangguh Bencana.

TIMES Indonesia,
70 Persen Wilayah Banjarnegara Rawan Bencana, Ini yang Dilakukan Bupati Amalia Desiana
Semua peralatan milik BPBD Banjarnegara dicek untuk mengatasi dampak bencana. (FOTO: Kominfo Banjarnegara)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANJARNEGARA Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana menegaskan bahwa sekitar 70 persen wilayahnya tergolong rawan bencana alam.

‎Oleh karenanya, ia mengingatkan agar seluruh elemen, termasuk Dinas Sosial, PMI, dan BPBD untuk selalu bersinergi dalam menghadapi situasi musim penghujan ini.

Advertisement

‎"Bencana alam yang terjadi di Banjarnegara diantaranya tanah longsor, tanah bergerak, kekeringan hingga banjir," kata Bupati usai memimpin kegiatan gladi kesiapsiagaan dan mengukuhkan Kecamatan Tangguh Bencana di halaman Balai Budaya Banjarnegara, Kamis (6/11/2025).

Kompak Hadapi Bencana

‎Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana juga menegaskan, dua agenda kegiatan yang baru dilaksanakan bukan sekedar seremonial saja, tetapi merupakan bentuk nyata kekompakan dan kepedulian secara kolektif terhadap penanggulangan bencana yang terjadi di Banjarnegara akhir-akhir ini.

‎“Mari bersama-sama menghadapi situasi ini, karena tiga hari kedepan diperkirakan akan terjadi cuaca ekstrem. Saya bersama BPBD juga telah menetapkan status siaga bencana hingga Maret mendatang,” tegasnya.

‎Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjarnegara Suprayogo, S.IP, menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal gerakan Kecamatan Tangguh Bencana di Banjarnegara.

Advertisement

‎“Sebanyak 20 kecamatan dikukuhkan dalam gerakan ini, diikuti 120 relawan, 40 peserta dari kecamatan, serta unsur Forkopimda dan OPD terkait,” ungkapnya.

‎Dalam kesempatan ini juga dilakukan pemeriksaan peralatan untuk penanganan bencana alam. BPBD Banjarnegara juga menggelar simulasi penyelamatan insiden kecelakaan dan kebencanaan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muchlas Hamidi
PenulisMuchlas HamidiBergabung dengan TIMES Indonesia sejah tahun 2020 Liputan : Sosial, Budaya, dan isu atau kejadian di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia