Advertisement
Indonesia Positif

UMBY dan UMK Dorong Mahasiswa Jadi Inovator Sosial Lewat Pelatihan Digital Marketing

Peran mahasiswa dalam membangun perubahan sosial kini semakin nyata. Melalui kolaborasi lintas negara, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)

TIMES Indonesia,
UMBY dan UMK Dorong Mahasiswa Jadi Inovator Sosial Lewat Pelatihan Digital Marketing
Suasana pelatihan secara daring bertajuk “Level Up Sociopreneurship 2025 yang diikuti lebih dari 200 peserta dari kedua universitas yakni UMBY dan UMK (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

YOGYAKARTA Peran mahasiswa dalam membangun perubahan sosial kini semakin nyata. Melalui kolaborasi lintas negara, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bersama Universiti Malaysia Kelantan (UMK) menggelar pelatihan bertajuk “Level Up Sociopreneurship 2025: Interactive Digital Marketing Mini Workshop for Future Changemakers” untuk membekali mahasiswa menjadi inovator sosial di era digital.

Kegiatan ini diselenggarakan secara daring pada Rabu, (5/11/2025), dan diikuti lebih dari 200 peserta dari kedua universitas. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diperkenalkan pada strategi pemasaran digital yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan ide-ide kewirausahaan sosial secara kreatif dan berdampak.

Advertisement

Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., M.P., MCE., menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi kampus dalam melahirkan generasi muda yang cerdas secara intelektual dan memiliki kepedulian sosial.

“Sociopreneur adalah masa depan dunia usaha. Teknologi digital memberi ruang luas bagi mahasiswa untuk mengubah empati menjadi gerakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap kerja sama antara UMBY dan UMK terus berlanjut dalam bentuk program akademik dan inovasi sosial lintas negara agar mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan global.

Ketua pelaksana kegiatan sekaligus pembicara utama, Prof. Alimatus Sahrah, M.Si., M.M., menuturkan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengasah keterampilan praktis mahasiswa dalam membuat kampanye digital yang inspiratif.

 “Kami ingin mahasiswa mampu merancang strategi digital marketing yang efektif dan bernilai sosial. Dari kegiatan ini, mereka belajar mengemas pesan perubahan menjadi kampanye yang menggerakkan,” ungkapnya.

Advertisement

Dalam webinar ini, hadir pula narasumber Dr. Siti Amaliya Binti Mohd Radyi dari UMK dan Dr. Didik Haryadi Santosa, MA., CICS. dari UMBY. Acara dipandu oleh Domnina Rani P. Rengganis, S.Psi., M.Si., Ph.D.

Sociopreneurship: Profit yang Berdampak Sosial

Dalam materinya berjudul “Sociopreneur di Era Digital,” Prof. Alimatus menjelaskan perbedaan antara entrepreneur konvensional dan sociopreneur.

 “Sociopreneur menjadikan profit sebagai sarana untuk menciptakan perubahan sosial. Keberhasilan mereka diukur dari seberapa besar kontribusi terhadap masyarakat,” paparnya.

Ia juga menilai bahwa media digital kini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk membangun gerakan sosial yang inovatif dan berkelanjutan.

Materi kedua disampaikan oleh Dr. Siti Amaliya Binti Mohd Radyi dengan topik “Digital Marketing, Cara Baru Menjangkau Dunia.” Ia menyoroti pentingnya storytelling visual dalam memperkuat pesan sosial.

“Gunakan narasi yang autentik dan visual yang kuat agar pesan lebih mudah diterima. Aplikasi seperti Canva, CapCut, ChatGPT, dan Linktree bisa menjadi alat bantu kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan utama digital marketing bukan hanya pada tampilan, tetapi pada kejujuran dan kedalaman pesan yang membangun koneksi emosional dengan audiens.

Menutup sesi, Dr. Didik Haryadi Santosa, MA., CICS. mengajak peserta langsung mempraktikkan pembuatan kampanye digital. Mahasiswa dilatih menentukan platform yang sesuai, memilih gaya komunikasi, hingga menyusun call to action yang efektif.

Ia juga membagikan tiga prinsip dalam pitching ide sosial, yaitu Gunakan bahasa sederhana dan langsung ke inti pesan. Bangun hubungan emosional dengan audiens, serta Tampilkan keaslian diri agar pesan terasa jujur dan meyakinkan.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian internasional yang diketuai Prof. Alimatus Sahrah, bersama tim Domnina Rani P. Rengganis, Dr. Purnaning Dhiyah Guritno, dan Ros Patriani Dewi.

Prof. Alimatus mengungkapkan bahwa kegiatan lanjutan akan segera digelar berupa pelatihan pembuatan konten kreatif dan kompetisi kampanye sosial digital.

“Kolaborasi ini adalah bukti nyata komitmen dua universitas dalam mencetak changemakers yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing global,” tegasnya.

Mahasiswa Malaysia Termotivasi Jadi Sociopreneur Muda

Salah satu peserta asal UMK, Nurul Aina, mengaku termotivasi untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan ide sosialnya.

“Saya baru menyadari bahwa digital marketing bisa menjadi alat untuk membangun perubahan sosial, bukan hanya bisnis. Pelatihan ini membuka cara pandang baru bagi saya,” paparnya dengan antusias. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

W
PenulisWidarta (CR-183) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia