Perkuat SDGs, Sinergi Riset PUI LPPM UNJ dan Investigasi Ilmiah Polri Jamin Keamanan Pangan Program MBG
Pusat Unggulan IPTEKS (PUI) Pendeteksi Bakteri Patogen, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (LPPM UNJ)

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Pusat Unggulan IPTEKS (PUI) Pendeteksi Bakteri Patogen, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (LPPM UNJ), mengimplementasikan hasil riset unggulannya dalam kolaborasi strategis bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri pada 23–30 September 2025. Kolaborasi ini menandai penerapan nyata inovasi riset perguruan tinggi dalam penanganan kasus Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menunjukkan kontribusi ilmiah UNJ dan Polri terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Sinergi antara akademisi dan lembaga penegak hukum ini merupakan respons cepat terhadap laporan kejadian luar biasa (KLB) di Bandung Barat, Sukabumi, dan Cimahi. Tim gabungan UNJ–Puslabfor Polri melakukan pemeriksaan ilmiah terhadap sampel MBG untuk memastikan keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Tim UNJ dipimpin oleh Prof. Muktiningsih Nurjayadi dengan anggota Jefferson L. Declan, Anisa Fitriyanti, dan Siti Fatimah, serta tujuh mahasiswa Program Studi Kimia, yakni Fauzan Alipsyah, Fuzi Rahmawati, Hana Fajriah, Okky Rizky Pratama, Valia Rahma, Vinka Juniaty Lestari, dan Wanda Hanifa. Tim ini menjalankan misi penelitian berbasis sains untuk mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan penegakan hukum berbasis bukti ilmiah (scientific crime investigation).
Dalam pelaksanaannya, tim UNJ tidak hanya berperan sebagai pelaksana pengujian, tetapi juga membawa serta inovasi teknologi hasil riset dalam negeri. Dua metode diterapkan: metode kultur konvensional untuk identifikasi bakteri melalui isolasi koloni, serta metode molekuler real-time polymerase chain reaction (real-time PCR) menggunakan kit deteksi karya tim UNJ. Kit ini merupakan hasil riset yang dikembangkan dengan dukungan BRIN–LPDP melalui skema Riset Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) dan telah melalui uji validasi komprehensif.
Hasil pemeriksaan awal dengan metode kultur mengidentifikasi keberadaan bakteri Salmonella, Shigella, dan Escherichia coli. Selanjutnya, validasi menggunakan real-time PCR mendeteksi DNA bakteri patogen dengan tingkat sensitivitas tinggi, mencakup Salmonella typhi, Shigella flexneri, E. coli, Bacillus cereus, Yersinia enterocolitica, Listeria monocytogenes, dan Staphylococcus aureus. Temuan ini menjadi sangat penting mengingat data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) per 27 September 2025 mencatat 8.649 anak terdampak di berbagai wilayah. Hingga akhir September, tim gabungan telah memeriksa lebih dari 40 sampel dengan temuan dominan berupa Shigella flexneri, Salmonella typhi, E. coli, Bacillus cereus, Vibrio parahaemolyticus, dan Vibrio alginolyticus. Fakta ini menegaskan urgensi pengawasan keamanan pangan dalam konteks SDG 2 (Tanpa Kelaparan), yang mencakup hak atas akses terhadap makanan yang aman dan bergizi.
Salah satu anggota peneliti, Jefferson L. Declan, menjelaskan pentingnya aspek validasi ilmiah dari temuan tersebut. “Hasil dari kit deteksi real-time PCR menunjukkan kesesuaian yang kuat dengan metode kultur konvensional. Konsistensi ini menjadi validasi penting atas akurasi dan keandalan kit yang kami kembangkan sebagai alat deteksi cepat,” jelasnya.

Lebih dari sekadar tanggapan teknis, kolaborasi ini menjadi simbol kemandirian bangsa di bidang sains dan teknologi. Penggunaan kit deteksi karya peneliti UNJ menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun infrastruktur riset yang tangguh dan mandiri (SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Sinergi antara PUI LPPM UNJ sebagai pusat keunggulan riset dan Puslabfor Polri sebagai institusi penegak hukum ilmiah mencerminkan model ideal kemitraan lintas sektor (SDG 17), di mana hasil penelitian dihilirisasi langsung untuk kepentingan publik dan penegakan hukum.
Prof. Muktiningsih Nurjayadi selaku Guru Besar Biokimia FMIPA UNJ sekaligus Ketua PUI LPPM UNJ, menegaskan nilai strategis kolaborasi ini. “Kit deteksi yang dikembangkan ini berpotensi besar untuk mendeteksi cemaran bakteri patogen dalam pangan secara cepat dan akurat. Kemitraan dengan Polri tidak hanya memperkuat kemandirian bangsa, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam mendukung agenda global SDGs,” ujarnya.
Implementasi hasil pemeriksaan ini sekaligus menegaskan pentingnya penerapan sistem quality control yang ketat di seluruh rantai penyediaan program MBG. Lebih jauh lagi, sinergi antara UNJ dan Puslabfor Polri membuktikan bahwa kolaborasi ilmiah lintas sektor dapat memperkuat perlindungan masyarakat, memastikan akuntabilitas publik, serta memperlihatkan bahwa riset perguruan tinggi Indonesia mampu memberikan solusi nyata bagi bangsa melalui bukti ilmiah yang valid dan berdaya guna. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

