Kejari Sumba Timur Luncurkan Aplikasi SIBERMAP untuk Berantas Mafia Pelabuhan
Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Timur resmi meluncurkan Sistem Informasi Berantas Mafia Pelabuhan (SIBERMAP) sebagai inovasi digital untuk mencegah praktik mafia di pelabuhan wilayah Sumba Timur.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SUMBA TIMUR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Timur resmi meluncurkan Sistem Informasi Berantas Mafia Pelabuhan (SIBERMAP) sebagai inovasi digital untuk mencegah praktik mafia di pelabuhan wilayah Sumba Timur, pada 10 November 2025 mendatang.
Peluncuran program ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumba Timur Akwan Annas, SH, MH, Sabtu (8/11/2025).
Menurut Akwan, SIBERMAP menjadi langkah lanjutan setelah Kejari Sumba Timur merilis Portal Informasi Publik Kejari beberapa minggu sebelumnya, sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi dan pelayanan publik.
“Kejari Sumba Timur tiada henti berinovasi demi pelayanan publik serta menjaga daerah ini agar tetap bersih, transparan, dan berintegritas,” ujar Akwan.
Ia menjelaskan, peluncuran SIBERMAP bertujuan memperkuat sistem pengawasan di sektor pelabuhan—sektor vital yang berperan penting dalam konektivitas ekonomi dan logistik antarwilayah di kepulauan Sumba Timur.
“Pelabuhan memiliki peran strategis bagi perekonomian. Karena itu, harus dijaga dari praktik mafia dan tindak kejahatan yang merugikan daerah maupun masyarakat,” tegasnya.
Melalui aplikasi SIBERMAP, masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran hukum di pelabuhan secara langsung, aman, dan terintegrasi dengan Kejaksaan. Sistem ini, kata Akwan, memungkinkan partisipasi publik dalam pengawasan dan pemberantasan praktik ilegal di sektor kepelabuhanan.
Akwan menilai, praktik mafia pelabuhan merupakan persoalan nasional yang dapat menghambat kemajuan ekonomi. Berbagai tindakan ilegal seperti pungutan liar, penyelundupan, hingga pelanggaran izin ekspor-impor disebutnya kerap menggerus potensi pendapatan negara dan merusak kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
“Melalui aplikasi ini, kita berupaya menutup celah penyimpangan sejak dini agar tidak terjadi,” tandasnya.
Ia berharap kehadiran SIBERMAP menjadi tonggak penting dalam penguatan hukum di wilayah kepulauan Indonesia.
“Dengan semangat kolaborasi, mari kita jaga Sumba Timur agar tetap maju, berintegritas, dan bermartabat,” tutup Akwan.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


