Advertisement
Indonesia Positif

STKIP Muhammadiyah Blora Kukuhkan 24 Wisudawan, Target Jadi Universitas

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Blora kembali mencatat tonggak penting dalam perjalanan akademiknya. Pada Wisuda Periode IV Tahun 2025, sebanyak 24 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai lulusan.

TIMES Indonesia,
STKIP Muhammadiyah Blora Kukuhkan 24 Wisudawan, Target Jadi Universitas
Wisuda Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Blora di Pendopo Kabupaten Blora. (FOTO: Rengga/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BLORA Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Blora kembali mencatat tonggak penting dalam perjalanan akademiknya. Pada Wisuda Periode IV Tahun 2025, sebanyak 24 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai lulusan.

Ketua STKIP Muhammadiyah Blora, Nasrullah, menyampaikan optimismenya bahwa jumlah lulusan akan terus meningkat pada periode mendatang.

Advertisement

“Insya Allah tahun depan jumlah wisudawan akan bertambah menjadi ratusan bahkan lebih. Semoga institusi kita yang sudah berjalan selama 6,5 tahun ini dapat segera berubah dari sekolah tinggi menjadi universitas di Kabupaten Blora,” ujarnya saat prosesi wisuda di Rumah Dinas Bupati Blora, Sabtu (8/11/2025).

Nasrullah menjelaskan, Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan di Kabupaten Blora. Sejak 1987, berbagai lembaga di bawah naungan persyarikatan telah berperan dalam mencetak generasi berkarakter dan berpengetahuan.

Menurutnya, STKIP Muhammadiyah Blora menjadi langkah strategis menuju terwujudnya universitas Muhammadiyah di Blora, sebagaimana di sejumlah daerah lain seperti Batang, Kendal, Klaten, Cilacap, dan Brebes.

“Saya kini memasuki periode kedua dalam amanah ini. Harapan kami bersama seluruh civitas akademika adalah agar STKIP segera bertransformasi menjadi universitas Muhammadiyah di Blora,” imbuhnya.

Saat ini, kampus tersebut memiliki sekitar 300 mahasiswa aktif dengan rata-rata masa studi empat tahun.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Nasrullah berpesan agar para wisudawan terus belajar dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Bergembiralah, namun jangan larut. Kesuksesan tidak harus selalu linier dengan bidang yang telah ditempuh,” katanya.

Ia juga mendorong lulusan untuk berani menekuni sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
“Indonesia memiliki 60–70 persen sektor ekonomi yang digerakkan oleh UMKM. Jangan malu, jangan gengsi. Kuncinya adalah berani mencoba dan menumbuhkan semangat kewirausahaan,” pesannya.

Sementara itu, Yoyok Lastari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan IPK 3,92, dinobatkan sebagai lulusan terbaik.

Yoyok mendedikasikan prestasinya untuk kedua orang tuanya dan bertekad mengamalkan ilmunya untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.
“Semoga STKIP Muhammadiyah Blora terus maju dan segera menjadi universitas,” ujarnya penuh haru.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]
PenulisAhmad Rengga Wahana Putra [MG-301]Sarjana Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Semarang (2024). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, pendidikan, karya, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia