Advertisement
Indonesia Positif

Pabrik Keramik Terbengkalai Jadi Galeri, November Art 2025 Bawa Semangat Kebangkitan Seni

Novart 2025 juga diisi beragam agenda pendukung, mulai dari lomba mozaik tingkat SD, lomba kolase untuk siswa SMP, sesi graffiti, hingga artist talk dengan seniman asal Shanghai dan Spanyol.

TIMES Indonesia,
Pabrik Keramik Terbengkalai Jadi Galeri, November Art 2025 Bawa Semangat Kebangkitan Seni
Karya interaktif berjudul "this is me" yang mencerminkan kepribadian sang seniman menjadi salah sati karya yang dipamerkan di November Art 2025. (foto: Wanda Rachmawati Athya Putri/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Aura eksperimental dan atmosfer ruang industri tua menyambut pengunjung saat memasuki Pabrik Keramik Dinoyo yang telah lama terbengkalai. Di tempat inilah November Art 2025 (Novart) kembali digelar oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Seni dan Desain (HMD SEDESA) Universitas Negeri Malang, dengan menghadirkan rangkaian karya yang menafsirkan ulang makna kebangkitan melalui seni.

Tahun ini, Novart mengangkat tema besar “Post Apocalypse” dengan subtema “Leles Upcycling”, yang menyoroti semangat menghidupkan kembali benda-benda bekas menjadi karya bernilai.

Advertisement

November-Art-2.jpg
Karya mixed art berbunyi "Karma" dalam pameran seni November Art 2025. (foto: Wanda Rachmawati Athya Putri/TIMES Indonesia)

Ketua Umum HMD SEDESA, Aditya Arief Rahman menjelaskan, bahwa gagasan tersebut berasal dari konsep lama yang kembali diangkat ke permukaan.

“Leles itu kadang dianggap hina, tapi bagi kami justru mencerminkan budaya memanfaatkan kembali sisa-sisa yang ada. Seperti situasi pasca kehancuran, kami ingin menunjukkan bahwa dari puing-puing masih bisa lahir sesuatu yang indah,” ujarnya.

Diselenggarakan selama tujuh hari, 2–8 November 2025, Novart menampilkan 80 karya dari berbagai seniman lokal hingga internasional. Pemilihan pabrik keramik Dinoyo terbengkalai sebagai venue tidak hanya memberi karakter unik, tetapi juga sejalan dengan konsep upcycling yang menjadi roh acara.

Selain pameran, Novart 2025 juga diisi beragam agenda pendukung, mulai dari lomba mozaik tingkat SD, lomba kolase untuk siswa SMP, sesi graffiti bersama Malang Graffiti Movement, hingga artist talk dengan seniman asal Shanghai dan Spanyol. Pengunjung juga disuguhi pertunjukan musik dan performance art dari mahasiswa SEDESA, termasuk kehadiran TANIMAJU, band legendaris Fakultas Sastra UM, yang menjadi salah satu daya tarik utama.

Advertisement

November-Art-3.jpg
Graffiti Art oleh Malang Graffiti Movement (MGM) representasi Post Apocalypse yang dipamerkan di November Art 2025. (foto: Wanda Rachmawati Athya Putri/TIMES Indonesia)

Hingga penutupan hari ketujuh, Novart mencatat dua ribu pengunjung, menjadikannya gelaran dengan audiens terbanyak sepanjang penyelenggaraan.

Melalui November Art 2025, Arief berharap ruang-ruang alternatif seperti pabrik Dinoyo dapat terus mendapatkan perhatian publik dan pemerintah.

“Tempat-tempat seperti ini punya potensi besar sebagai wadah tumbuhnya seni dan budaya di Kota Malang,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia