Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut, Ratusan Santri Ponpes Wali Barokah di Kediri Ikuti Deteksi Dini dan Edukasi
Data survei ungkap 5 dari 10 anak Indonesia alami karies gigi. Tingkatkan kesadaran, tim FKG UB dan IIK Bhakti Wiyata beri edukasi dan pemeriksaan gigi gratis pada santri di Kediri. Cegah masalah sistemik dengan kesehatan mulut.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
KEDIRI – Tingkat kesadaran kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Padahal dari Survei kesehatan Indonesia tahun 2023, dari 10 penduduk usia 10-14 tahun, ada 5 yang mengalami karies gigi, yang bisa mengakibatkan gigi berlubang. Sementara hanya sedikit yang sadar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut di dokter gigi.
Karena itu kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut perlu dipupuk sejak dini. Salah satunya seperti yang dilakukan tim dokter mengabdi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) dan IIK Bhakti Wiyata, di Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri.
Dalam kesempatan itu, tim FKG UB dan IIK Bhakti Wiyata melakukan edukasi, sosialisasi, serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi para santri dan pengurus di Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri.
"Harapan kami dengan edukasi ini literasi anak-anak, pengetahuan anak-anak tentang kesehatan gigi dan mulut Itu bisa meningkat sehingga bisa aware, bisa mendeteksi atau memeriksakan secara dini kesehatan giginya," ungkap perwakilan FKG UB Dr. drg. Merlya Balbeid, MMRS, Sabtu (08/11/2025).
Ratusan peserta yang terdiri dari para santri, siswa dan guru SD Alhasun serta siswa dan guru SMP-SMA Wali Barokah Boarding School ikut ambil bagian dalam kesempatan itu.
"Ini merupakan pencegahan penyakit gigi dan mulut Jadi awalnya dengan edukasi di tingkat SD, SMP, SMA Dan hari ini masih kita awali untuk pemeriksaan atau screening, deteksi dini pada gigi anak usia SD. Misalkan ada kasus-kasus yang perlu dirujuk, seperti berlubang atau perlu pencabutan kami lakukan rujukan," tambahnya.
Sementara itu, Dekan FKG IIK Bhakta Dr. Puspa Dila Rohmaniar, drg., M.Kes menekankan bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu penopang, komponen utama pendukung kesehatan secara keseluruhan.
Ia mengungkapkan penyakit gigi sendiri bisa menjadi suatu penyakit sistemik. Misalnya bisa berimbas ke organ lain yang penting, seperti paru-paru, di jantung, dan lain sebagainya. Sebaliknya, kalaupun memiliki penyakit sistemik, itu juga akan berimbas ke gigi.
"Badannya sehat, tapi kalau ternyata giginya sakit, akhirnya proses belajar juga akan menjadi terganggu. Harapannya dari deteksi dini, kita. mendeteksi awal sebelum karies itu berlanjut ke karies yang lebih besar lagi,yang menghasilkan suatu gejala sakit," jelasnya.
Perwakilan Pondok Pesantren Wali Barokah Asyhari Eko Prayitno menegaskan, bagi para santri sendiri peduli akan kesehatan gigi dan mulut adalah hal penting. "Kesehatan gigi hal penting, Gerbangnya kesehatan tubuh. Namun kadang-kadang terlewatkan," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

