Maniact 2025 Hadirkan Kolaborasi Seni dan Kewirausahaan Mahasiswa Fakultas Ekonomi UM
Maniact 2025 tidak hanya sekadar pesta hiburan, tetapi juga sarana untuk mengasah potensi para mahasiswa baru.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Deru musik dan sorak penonton mewarnai halaman Sasana Krida Universitas Negeri Malang saat Maniact (Management In Action) 2025 digelar oleh Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Ajang tahunan ini menjadi puncak inaugurasi mahasiswa baru sekaligus ruang bagi mereka untuk menunjukkan bakat seni dan jiwa kewirausahaan.
Ketua Pelaksana, Arkan, menegaskan bahwa Maniact 2025 tidak hanya sekadar pesta hiburan, tetapi juga sarana untuk mengasah potensi para mahasiswa baru.
“Acara Maniact ini bukan cuma untuk senang-senang aja, tapi juga untuk menggali potensi teman-teman Maba, baik di bidang seni maupun kewirausahaan,” ujarnya.
Tahun ini Maniact mengusung tema The Rhythms of Motherland and Beyond The Sun, yang terinspirasi dari suasana hangat Summer Night Festival. Tema tersebut dihadirkan untuk menumbuhkan rasa akrab, kebersamaan, dan semangat kolaborasi di antara peserta maupun pengunjung.

Rangkaian kegiatan terbagi menjadi dua segmen utama. Pertama, Manajemen Got Talent (MGT), yang mempertandingkan dua kategori seni: Dance Jam (tari modern) dan Musik Asic (band akustik).
Kedua, The Day Maniact, yang menjadi puncak acara dengan berbagai penampilan, mulai dari finalis MGT, Manajemen Fashion Contest, penampilan peserta eksternal Open Submission, hingga guest star London Guys yang menutup malam dengan meriah.
Kemeriahan acara juga terasa di area bazar kewirausahaan. Sebanyak sembilan tenant mahasiswa baru dan sepuluh tenant UMKM lokal berpartisipasi, masing-masing diberi kebebasan menampilkan kreativitas produk tanpa batasan khusus.
“Kami ingin memberikan platform bagi mahasiswa baru untuk berani mencoba, baik dalam berkreasi maupun berwirausaha. Harapannya, potensi ini bisa terus berkembang bahkan setelah Maniact berakhir,” tambah Arkan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

