Ponpes Roudlotul Ulum Tanamkan Jiwa Kepahlawanan Melalui Peringatan 10 November
Mulai dilaksanakan tahun 2003, peringatan Hari Pahlawan di Ponpes Roudlotul Ulum telah menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan pengorbanan kepada para santri.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Magelang – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025, Pondok Pesantren Ma’had Wustho Roudlotul Ulum Mranggen, Selomoyo, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang menggelar serangkaian kegiatan yang sarat makna.
Kegiatan yang berlangsung dengan sederhana namun terlihat penuh hikmad ini, digagas oleh yayasan dan dewan guru Madrasah Aliyah serta PPs Roudlotul Ulum sebagai bentuk penghormatan terhadap para pejuang kemerdekaan dan pendiri pondok.
Dilaksanakan sejak tahun 2003, peringatan Hari Pahlawan di pondok ini telah menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan pengorbanan kepada para santri.
Tahun ini, kegiatan difokuskan pada upacara pengibaran bendera dan ziarah ke makam para pendiri dan pejuang lokal. Sosok ini dianggap figur yang sangat berjasa, mereka adalah, Mbah Wiku dan KH Soleh, yang merupakan kakek buyut dari KH Mahmudi Mas’ud, pendiri pondok pesantren.
Seluruh civitas akademika MA dan PPs Roudlotul Ulum turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Antusiasme para santri terlihat jelas, terutama saat mengikuti ziarah yang dilaksanakan setelah upacara bendera.

“Para santri diharapkan dapat meneladani para pahlawan dalam hal kesabaran, pengorbanan, mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan individu atau golongan, serta memiliki pandangan visioner jauh ke depan,” ujar A.M An Nawawi, pada TIMES Indonesia usai kegiatan berakhir.
Melalui kegiatan ini, pondok pesantren ingin menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan yang berhasil meraih dan mempertahankan kemerdekaan, bukanlah sebuah hadiah.
"Kemerdekaan ini bukan sesuatu yang turun dari langit, melainkan hasil dari pengorbanan tenaga, darah, bahkan nyawa. Semangat ini diharapkan dapat menginspirasi para santri dalam menuntut ilmu, khususnya ilmu agama, yang juga menuntut kesungguhan dan pengorbanan agar dimudahkan oleh Allah SWT," lanjut Nawawi.
Ziarah ke makam pahlawan lokal menjadi momen reflektif yang menghubungkan sejarah perjuangan dengan nilai-nilai spiritual dan pendidikan pesantren.
Keteladanan para pahlawan menjadi cermin bagi para santri untuk terus berjuang dalam bidangnya masing-masing demi kemajuan bangsa dan agama. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


