Jaga Mobilitas Warga, Desa Ketompen Probolinggo Fokus Perawatan Jalan dan RTLH
Pemdes Ketompen, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo rampungkan perbaikan jalan 160 meter dan 2 RTLH. Camat setempat mengapresiasi kinerja Kades, namun ingatkan perlunya 'punuk unta' untuk memastikan jalan desa tahan lama dan bebas genangan.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Probolinggo – Pemerintah Desa Ketompen, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jatim, terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur.
Tahun ini, Pemdes Ketompen telah merampungkan proyek perbaikan jalan desa sepanjang 160 meter dan menuntaskan dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga setempat.

Kepala Desa (Kades) Ketompen, Alibasah, menjelaskan bahwa fokus pembangunan diarahkan pada infrastruktur dasar. Perbaikan jalan yang baru selesai bertujuan untuk meningkatkan mobilitas dan kenyamanan warga.
“Alhamdulillah, kami sudah menyelesaikan perbaikan jalan kurang lebih sepanjang 160 meter. Kami berharap perbaikan ini dapat membantu warga dan bermanfaat bagi mobilitas mereka,” ujar Kades Alibasah pada Senin (10/11/2025).
Selain jalan, Kades juga menyebutkan fokus pada peningkatan kualitas permukiman. Dua unit RTLH saat ini sudah memasuki tahap finishing. Program RTLH ini akan dilanjutkan untuk warga lain yang dinilai membutuhkan tempat tinggal layak huni.
Evaluasi Teknis dari Camat Pajarakan
Sementara itu, Camat Pajarakan, Sudarmono, memberikan apresiasi sekaligus masukan teknis setelah meninjau langsung hasil pengerjaan. Camat memastikan seluruh pengerjaan telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditetapkan.
“Untuk jalan desa, perbaikannya sudah bagus. Hanya saja, perlu dimaksimalkan dengan menambahkan punuk unta (gundukan) agar air hujan tidak menggenang di jalan. Ini penting agar jalan tidak mudah rusak dan tahan lama,” jelas Sudarmono.
Camat berharap ke depan, Pemdes Ketompen dapat memaksimalkan kualitas dan lebih teliti lagi dalam proses perbaikan serta pengawasan pengerjaan di lapangan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


