Advertisement
Indonesia Positif

Desabumi Jalin Kerja Sama Strategis dengan UNDIP untuk Akses Pendidikan Desa

Kolaborasi Desabumi, UNDIP, dan SRE memperkuat inovasi keberlanjutan melalui pemberdayaan mahasiswa dan pengembangan program ramah lingkungan.

TIMES Indonesia,
Desabumi Jalin Kerja Sama Strategis dengan UNDIP untuk Akses Pendidikan Desa
Gamma Thohir, Pendiri Desabumi (tengah-batik coklat) bersama jajaran pimpinan UNDIP – Edy Surahmad, S.Pd., M.Si., Direktur Kemahasiswaan dan Alumni (tengah baju putih) dan Zagy Berian selaku pendiri SRE (baju hijau). (Foto: Istimewa)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Pendidikan tinggi menjadi salah satu kunci utama dalam membuka peluang pembangunan di pedesaan. Namun, keterbatasan akses dan ekonomi kerap menjadi penghalang bagi banyak anak muda desa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas.

Upaya memperkecil kesenjangan ini kini mulai digerakkan melalui kolaborasi berbagai pihak yang berkomitmen membangun sumber daya manusia desa secara berkelanjutan. Langkah kolaboratif antara lembaga sosial dan perguruan tinggi menjadi harapan baru bagi pemerataan pendidikan. Melalui kerja sama strategis, pendidikan tak lagi berhenti di ruang kota besar, melainkan hadir hingga ke pelosok negeri.

Advertisement

Dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri terbaik desa, Desabumi menjalin audiensi strategis dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk membahas penerapan Program Beasiswa Desabumi. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia desa dan mendorong pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan.

Audiensi ini dihadiri oleh Gamma Thohir selaku Pendiri Desabumi dan Zagy Berian selaku SRE Indonesia, beserta jajaran pimpinan Universitas Diponegoro, yaitu  Edy Surahmad, S.Pd., M.Si selaku Direktur Kemahasiswaan dan Alumni serta Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D.selaku Wakil Direktur Kerjasama, yang menyambut baik semangat kolaborasi.

“Kami meyakini, pengembangan desa berasal dari talenta desa. Arah pengembangan ini berasal dari kemampuan berwirausaha, tentu ilmu manajemen dan ekonomi menjadi dasar keilmuan. Cita-cita Desabumi menciptakan sarjana dan kembali untuk ke desa untuk menginspirasi teman-teman lainnya," ujar Gamma Thohir.

Penerima program beasiswa Desabumi tahap awal akan berasal dari 4 (empat) desa naungan Desabumi, yakni Sukobubuk, Bangkiling, Liyu, dan Ciptagelar. Melalui program ini, Desabumi berkomitmen untuk mendukung pendanaan biaya kuliah dan biaya hidup bagi mahasiswa dari desa yang memiliki semangat belajar tinggi, namun terkendala ekonomi.

“Rancangan beasiswa ini nantinya akan dipadukan dengan organisasi SRE untuk mengasah soft-skill dan hard-skill. SRE telah ada di 53 kampus, salah satunya di Undip. Kami memiliki impian, kota Semarang ini menjadi titik pertama karena strategis berada di tengah pulau Jawa dengan sejarah perjuangan yang kuat,” ujar Zagy Berian, Pendiri SRE Indonesia.

Advertisement

Desabumi juga berencana bekerja sama dengan pihak UNDIP untuk menjadikan beberapa desa binaan untuk menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa lainnya. Pengembangan desa berbasis energi baru terbarukan (EBT) menjadi ciri khas Desabumi. Hal ini dapat menjadi wadah diantaranya kuliah kerja nyata (KKN) atau pengabdian masyarakat.

Pihak Universitas Diponegoro menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah nyata memperkuat fungsi sosial perguruan tinggi.

“Universitas Diponegoro berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa dari desa. Kami percaya, dengan adanya kerja sama seperti ini, kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang untuk membangun masa depan desa,” ujar Edy Surahmad, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNDIP.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi pemerataan pendidikan di wilayah pedesaan Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sholihin Nur
PenulisSholihin NurBergabung di TIMES Indonesia sejak Juni 2015. Memiliki minat khusus dalam peliputan berita Pemerintahan, Pendidikan, Olahraga, Teknologi, Seni Budaya dan Lifestyle
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia