Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa Polbangtan Malang Dampingi Petani Ngada NTT Percepat Hilirisasi Kopi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen kopi terbesar di dunia.

TIMES Indonesia,
Mahasiswa Polbangtan Malang Dampingi Petani Ngada NTT Percepat Hilirisasi Kopi
Mahasiswa Polbangtan Malang mendampingi petani di Kabupaten Ngada. (FOTO: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

KUPANG Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen kopi terbesar di dunia. Sebagai negara tropis dengan bentang pegunungan dari Sumatera hingga Papua, Indonesia disebut memiliki keunggulan geografis yang tidak dimiliki banyak negara lain.

Amran menargetkan produktivitas kopi nasional meningkat hingga 1 ton per hektare pada tahun depan sehingga mampu membawa Indonesia menempati posisi kedua dunia, sebelum naik ke peringkat pertama pada tahun-tahun berikutnya. Peningkatan mutu dan produktivitas disebut sebagai kunci utama untuk mencapai target tersebut.

Advertisement

Mahasiswa-Polbangtan-Malang-mendampingi-petani.jpg

Selaras dengan arahan tersebut, dua mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Rizal Al Faruq dan Harits Juang Awwali dari Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, terjun langsung mendampingi petani dalam program hilirisasi perkebunan kopi di Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Kegiatan pendampingan yang berlangsung pada Sabtu (15/11/2025) dibuka dengan pengarahan oleh penyuluh pertanian setempat, dilanjutkan pemaparan teknis oleh mahasiswa. Setelah sesi pembekalan, kegiatan berlanjut ke praktikum lapangan bersama petani dari Kelompok Tani Cinta Tani.

Pendampingan difokuskan pada percepatan pengelolaan komoditas kopi sebagai komoditas unggulan daerah. Di lapangan, mahasiswa bersama penyuluh dan petani melakukan serangkaian praktik teknis, mulai dari persiapan lahan hingga pembuatan lubang tanam sesuai GAP. Mahasiswa juga melakukan monitoring proses pembuatan lubang tanam yang dikerjakan langsung oleh petani.

Selain mendukung percepatan program hilirisasi perkebunan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kondisi nyata di lapangan serta dinamika kerja sama antara penyuluh dan petani. Para petani menyambut baik pendampingan tersebut karena dianggap membantu meningkatkan pemahaman mereka terhadap standar teknis budidaya kopi yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Advertisement

Program ini diharapkan mampu mempercepat penguatan kualitas budidaya kopi di Kabupaten Ngada sekaligus memperluas keterlibatan generasi muda dalam pembangunan pertanian daerah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia