Advertisement
Indonesia Positif

Sinopsi 2025 UNMER Malang: Psikologi Didorong Jadi Fondasi Kebijakan Publik yang Berkeadilan

Fakultas Psikologi Universitas Merdeka (UNMER) Malang kembali menggelar Seminar Nasional Psikologi (Sinopsi) 2025 dengan tema “Peran Psikologi dalam Kebijakan Publik”

TIMES Indonesia,
Sinopsi 2025 UNMER Malang: Psikologi Didorong Jadi Fondasi Kebijakan Publik yang Berkeadilan
(FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Fakultas Psikologi Universitas Merdeka (UNMER Malang) kembali menggelar Seminar Nasional Psikologi (Sinopsi) 2025 dengan tema “Peran Psikologi dalam Kebijakan Publik”, Kamis (13/11/2025). Acara digelar secara daring dan disiarkan melalui YouTube Fakultas Psikologi UNMER Malang.

Sinopsi tahun ini mengundang tiga pakar lintas bidang, yakni Andik Matulessy, M.Si., Psikolog; Lury Sofyan Yahya, Ph.D.; dan Dra. Dewanti Ruparin Diah, M.Si. Ketiganya memberikan pandangan mengenai pentingnya pendekatan psikologi untuk memperkuat kebijakan publik yang lebih manusiawi dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Advertisement

Dekan Fakultas Psikologi UNMER Malang, Dr. Nawang Warsi Wulandari, menyampaikan bahwa Sinopsi telah menjadi ruang diskusi ilmiah yang konsisten menghadirkan isu-isu strategis. “Kebijakan publik menghadapi tantangan kompleks yang berasal dari perilaku manusia. Di sinilah peran psikologi makin relevan,” ujarnya.

Rektor UNMER Malang, Dr. Prihat Asih, menambahkan bahwa banyak persoalan tata kelola muncul karena belum optimalnya pemahaman perilaku di lingkungan organisasi. “Psikologi dapat membantu membangun kultur kerja yang sehat dan berintegritas,” tegasnya.

sinopsis.jpg

Dalam sesi pemaparan, Dr. Andik Matulessy menyoroti semakin banyak negara yang menempatkan psikologi sebagai fondasi pengembangan SDM. “Keterlibatan psikolog dalam kebijakan publik membantu penanganan krisis dan kesehatan mental, serta membangun sistem sosial yang lebih adaptif,” jelasnya.

Lury Sofyan Yahya, Ph.D., menekankan pentingnya ilmu perilaku untuk meningkatkan efektivitas kebijakan. “Behavioral science membuat kebijakan lebih manusiawi, inklusif, dan selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Advertisement

Sementara itu, Dewanti Ruparin Diah menegaskan bahwa masih diperlukan literasi psikologi yang lebih kuat di kalangan pembuat kebijakan. “Psikologi mampu memberi pemahaman lebih dalam tentang masyarakat. Ini penting agar kebijakan tidak hanya legal secara aturan, tetapi juga relevan secara sosial,” katanya.

Melalui Sinopsi 2025, UNMER Malang memperkuat perannya sebagai kampus yang mendorong riset berdampak dan kebijakan berperspektif manusia. Agenda ini mendukung beberapa target SDGs, khususnya SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Pengurangan Ketimpangan), dan SDG 16 (Kelembagaan yang Kuat).

Sinopsi menjadi wujud nyata komitmen UNMER Exceed dan program Kampus Berdampak dalam menghadirkan gagasan akademik yang relevan bagi pembangunan nasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia