Advertisement
Indonesia Positif

Warga Tangsil Wetan Berharap Segera Dibangun Jembatan Baru, Ini Kata BSBK Bondowoso

Warga di Desa Tangsil dan Desa Jumpong Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, terpaksa menggunakan jembatan bambu.

TIMES Indonesia,
Warga Tangsil Wetan Berharap Segera Dibangun Jembatan Baru, Ini Kata BSBK Bondowoso
Salah seorang pengendara saat melintas di atas jembatan Bambu yang dibuat swadaya oleh warga (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONDOWOSO Warga di Desa Tangsil dan Desa Jumpong Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, terpaksa menggunakan jembatan bambu. 

Lantaran jembatan penghubung kedua desa tersebut belum juga dibangun setelah ambruk karena bencana banjir tahun lalu. 

Advertisement

Pantauan di lokasi, jembatan bambu tersebut dibangun persis di sebelah jembatan yang ambruk. 

Tampak puing-puing jembatan lama, berupa beton, masih terlihat di dalam sungai. 

Sementara jembatan alternatif yang dibangun warga itu, hanya bisa dilewati roda dua, karena kapasitasnya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. 

Bahkan pengendara roda dua tidak disarankan berboncengan. Sehingga salah satu harus turun berjalan kaki menuju seberang. 

Sementara bagi warga Desa Tangsil Wetan yang menggunakan roda empat, harus menempuh jarak lebih jauh jika akan ke Desa Jumpong, begitu juga sebaliknya. 

Advertisement

Salah seorang warga Desa Tangsil Wetan, Ibu Fauzan menjelaskan, Bulan Desember 2025 ini terhitung sudah satu tahun jembatan itu ambruk. 

“Bulan Desember lalu jembatan ini yang ambruk, karena banjir besar, ” katanya dalam bahasa Madura saat dikonfirmasi, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, untuk pengendara yang berboncengan, salah satu harus turun karena jembatan tidak bisa menampung beban terlalu berat. Bahkan kendaraan harus bergantian saat melintas. 

“Kami berharap dan mengusahakan agar jembatan ini segera terbangun kembali.,” harapnya. 

Sementara Plt Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori menjelaskan, BSBK dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengusulkan jembatan tersebut pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) . 

“Hasil koordinasi kami dengan BPBD beberapa waktu yang lalu, penganggaran jembatan ini dalam tahap verifikasi BNPB” katanya singkat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia