Advertisement
Indonesia Positif

Melihat Kreativitas Para Siswa MI Muhammadiyah Tirtosari Magelang, Berkreasi di Atas Media Tanah Liat

Siswa MI Muhammadiyah Tirtosari mencoba pengalaman unik melukis di cobek tanah, vas, dan pot bunga. Pemandu seni tekankan pentingnya keberanian membuat goresan pertama, bukan hasil sempurna.

TIMES Indonesia,
Melihat Kreativitas Para Siswa MI Muhammadiyah Tirtosari Magelang, Berkreasi di Atas Media Tanah Liat
Wali kelas 5, Titin Saniah saat mendampingi Mahfud dalam memberikan edukasi terkait melukis di atas media tanah. (FOTO: Hermanto/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MAGELANG Suasana berbeda terasa di MI Muhammadiyah Tirtosari Piyungan Barat pada Kamis, 20 November 2025. Pasalnya hari itu siswa kelas 4, 5, dan 6 mengikuti kegiatan melukis di atas cobek tanah, vas bunga, dan pot bunga. 

Sebelum kegiatan dimulai, Mahfud selaku pemandu masuk ke setiap kelas untuk memberikan penjelasan mengenai teknik dasar melukis di atas media tanah liat, mulai dari memilih kuas, cara menyapukan warna, hingga menjaga tekstur permukaan agar tidak mudah rusak.

Advertisement

“Melukis itu bukan soal menghasilkan karya yang sempurna, tapi keberanian membuat goresan pertama,” katanya sambil menunjukkan langkah awal kepada para siswa.

Ia juga menambahkan pemahaman yang ia pelajari dari teori seni anak. Seperti yang disampaikan Lowenfeld, anak mengenali dunia lewat proses mencipta. "Saat mereka bermain dengan warna, mereka sebenarnya sedang membangun keberanian dan imajinasi," terang Mahfud kepada TIMES Indonesia.

Mahfud mengaku senang kembali bisa bekerja sama dengan sekolah. Selama ini ia memang kerap bermitra dengan berbagai lembaga pendidikan untuk memberikan edukasi dan praktik seni sekaligus layanan barang dan jasa. Baginya, melihat anak-anak berani mencoba merupakan kepuasan tersendiri.

MI-Muhammadiyah-Tirtosari-Magelang-2.jpg
Kepala MI Muhammadiyah Tirtosari, Chusnul Chotimah bersama salah satu muridnya menunjukkan hasil karyanya. (FOTO: Hermanto/TIMES Indonesia)

Antusiasme juga terlihat dari komentar para peserta. May Radine Indah Karisma Putri, siswi kelas 6, mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut.

Advertisement

 “Saya sangat senang sekali karena ini baru pertama kali melukis di pot bunga,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini membuat dirinya lebih berani berkarya. “Jangan takut salah, karena dari kesalahan bisa belajar lebih baik, dan harus berusaha dengan baik," akunya.

Hal serupa dirasakan Aliya Syaifatunnisa, siswi kelas 4, yang tampak ceria sambil menunjukkan hasil karyanya. “Rasanya seneng sekali bisa berhasil melukis di atas cobek,” ucapnya dengan girang.

Sementara itu Kepala MI Muhammadiyah Tirtosari Chusnul Chotimah, turut memberikan apresiasi atas kegiatan yang berlangsung dengan semangat tinggi dan penuh antusias me dari murid-murinya. 

Ia yang sejak awal kegiatan ikut mendampingi, mengaku bangga melihat siswanya telaten, sabar, dan berani mencoba hal baru. “Alhamdulillah anak-anak sangat antusias, semangat, dan telaten. Saya sangat berterima kasih karena ternyata ada bakat terpendam yang muncul ketika mereka menghasilkan sebuah karya. Semoga kerja sama ini bisa terus berlanjut,” ucapnya.

Senada, wali kelas 5, Titin Saniah, juga merasakan dampak positifnya. Menurutnya, anak-anak tidak hanya mempelajari teknik pewarnaan, tetapi juga belajar ketelitian dan kesabaran. Ia mengatakan bahwa para siswa pulang dengan membawa karya yang indah sekaligus semangat baru untuk terus berkreativitas.

"Kegiatan melukis ini bukan hanya menghadirkan pengalaman pertama bagi sebagian siswa, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk mengenal potensi diri melalui seni," ucapnya.

"Dari cobek tanah hingga pot bunga, setiap goresan warna menunjukkan bahwa kreativitas dapat tumbuh di mana saja, selama anak diberi kesempatan untuk mencoba dan berani mengekspresikan diri," pungkas Titin mengakhiri obrolannya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Hermanto
PenulisHermantoSarjana Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Tidar (lulus 1995). Bergabung di TIMES Indonesia, Agustus, 2023. Meliput, peristiwa lokal/ daerah, kuliner daerah dan evergreen.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia