Advertisement
Indonesia Positif

GP Ansor Arjasa Sumenep Menolak Eksplorasi Migas PT KEI

enolakan terhadap rencana survei seismik dan eksplorasi minyak dan gas oleh PT KEI di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, kian menguat.

TIMES Indonesia,
GP Ansor Arjasa Sumenep Menolak Eksplorasi Migas PT KEI
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Arjasa, Husnul Taufik, bersama anggotanya. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SUMENEP Penolakan terhadap rencana survei seismik dan eksplorasi minyak dan gas oleh PT KEI di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, kian menguat. Sikap tersebut kembali ditegaskan dalam acara bertajuk ‘Doa Bersama Cinta Tanah Leluhur’ yang digelar di Alun-Alun Kecamatan Arjasa, Kamis (20/11/2025).

Ribuan warga dari berbagai desa di Pulau Kangean menghadiri acara tersebut. Fokus perhatian publik tertuju pada orasi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Arjasa, Husnul Taufik, yang menyatakan penolakan total terhadap rencana eksplorasi migas.

Advertisement

"Kami PC GP Ansor Kecamatan Arjasa Kepulauan Kangean Menolak dengan tegas rencana tambang migas," tegas Taufik di hadapan ribuan peserta aksi. 

Taufik menegaskan, penolakan itu berlandaskan komitmen perjuangan GP Ansor yang sejak awal berdiri diperintah para ulama untuk mendampingi dan membela masyarakat. 

Menurutnya, kedaulatan lingkungan dan kesejahteraan warga lokal adalah prinsip yang tidak bisa dinegosiasikan.

Taufik juga mengutip Falsafah Sesepuh, “Kalau Ikut, Jangan Takut” yang disampaikan dengan bahasa Madura. 

"Mun takok jhe' noro' Mun noro' jhe' tako' (Kalau takut tidak usah ikut, kalau ikut tidak usah takut)," ungkapnya.

Advertisement

Kutipan ini secara implisit menantang semua pihak yang terlibat dalam aksi untuk tetap teguh dan berani memperjuangkan hak-hak mereka di hadapan korporasi dan pemerintah.

Aksi doa bersama ini menegaskan bahwa penolakan terhadap PT KEI di Kangean bukan hanya muncul dari elemen masyarakat umum, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari organisasi kepemudaan berbasis keagamaan yang memiliki akar kuat di tingkat akar rumput. 

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pusat mendengarkan suara penolakan ini sebagai manifestasi dari kedaulatan rakyat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia