Advertisement
Indonesia Positif

Bunga Desaku Edisi Ke-7 di Kencong Jadi Ruang Aspirasi Warga Jember

Pemerintah Kabupaten Jember kembali melanjutkan program unggulan Bunga Desaku edisi ketujuh di Kecamatan Kencong, Jumat (21/11/2025).

TIMES Indonesia,
Bunga Desaku Edisi Ke-7 di Kencong Jadi Ruang Aspirasi Warga Jember
Bupati Jember Muhammad Fawait, saat di Dira park kencong. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER

Pemerintah Kabupaten Jember kembali melanjutkan program unggulan Bunga Desaku edisi ketujuh di Kecamatan Kencong, Jumat (21/11/2025).

Advertisement

Usai rangkaian kegiatan di pusat kota, Bupati Jember Muhammad Fawait turun langsung ke wilayah selatan dan barat Jember untuk menyapa sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Bunga Desaku kembali menegaskan perannya sebagai wadah dialog interaktif.

Fawait bertemu tatap muka dengan berbagai elemen masyarakat, seperti ketua kelompok pengajian, guru ngaji, kader posyandu, pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga para mlijo.

“Saya ingin Bunga Desaku tidak hanya mendengarkan Gus Fawait bicara, tapi juga interaksi langsung. Tidak ada jarak antara masyarakat dengan bupati,” ujarnya.

Salah satu aspirasi utama warga yakni terkait insentif guru ngaji.

Advertisement

Fawait menjelaskan bahwa jumlah penerima insentif pada tahun ini meningkat signifikan menjadi 22.000 orang, naik dari 17.000 penerima pada tahun sebelumnya.

Angka tersebut menjadi jumlah penerima terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember.

Namun sejumlah warga menyampaikan persoalan di lapangan, seperti pendaftar guru ngaji yang tidak lolos verifikasi desa atau tidak ditetapkan dalam Musyawarah Desa (Musdes).

Ada pula yang mengaku telah terdata tetapi belum menerima insentif karena keterbatasan kuota.

“Usulan dari desa harus diverifikasi dan dimusdeskan. Jika sudah lulus verifikasi tapi tidak mendapatkan kuota tahun ini, maka tahun depan harus dapat," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa insentif tersebut diberikan kepada tokoh pendidikan agama dari semua agama sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam pembinaan nilai moral.

“Yang paling penting cara pemberiannya harus terhormat, karena guru-guru ini adalah pembimbing nilai dan moral bagi masyarakat,” tuturnya.

Selain berdialog dengan warga, Fawait bersama rombongan juga meninjau Puskesmas Kencong untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan dan barat Jember, rombongan Fawait memilih bermalam di kawasan wisata Dira Kencong milik Ponimin.

“Ini kebanggaan, bisa menghidupkan daerah selatan dan barat,” ujarnya.

Secara keseluruhan, program Bunga Desaku kembali menjadi sarana efektif bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan secara langsung.

Mulai dari persoalan verifikasi guru ngaji, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pelaku UMKM, semuanya direspons secara cepat oleh pemerintah.

Fawait menegaskan bahwa pembangunan di Jember harus dirasakan secara nyata oleh warga dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia