Advertisement
Indonesia Positif

Kembangkan Inovasi Pembelajaran Multibahasa, Dosen PGSD Unesa Perkuat Kolaborasi Riset Internasional

Dosen PGSD UNESA Zulfin Rachma Mufidah kembangkan riset pembelajaran multibahasa melalui kolaborasi internasional bersama akademisi global.

TIMES Indonesia,
Kembangkan Inovasi Pembelajaran Multibahasa, Dosen PGSD Unesa Perkuat Kolaborasi Riset Internasional
Focus Group Discussion bersama Direktur The Centre for Pedagogic Research (CPCECPR) membahas pengembangan riset dan inovasi pembelajaran melalui kolaborasi akademik lintas institusi dan internasional. (Foto: UNESA) (Foto: Unesa)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SURABAYA Upaya pengembangan inovasi pembelajaran multibahasa terus dilakukan akademisi Indonesia untuk menjawab tantangan pendidikan global. Salah satunya dilakukan oleh Zulfin Rachma Mufidah, dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang aktif mengembangkan riset pembelajaran multibahasa melalui kolaborasi internasional.

Selain berkiprah sebagai dosen PGSD UNESA, Zulfin juga merupakan Associate Member Pusat Riset Pedagogik yang terafiliasi dengan The Hong Kong Polytechnic University (PolyU), Hong Kong. Keanggotaan ini menjadi pintu strategis bagi penguatan jejaring riset internasional, khususnya dalam bidang pedagogi, literasi, dan pembelajaran multibahasa yang inklusif.

Advertisement

Dalam berbagai kesempatan, Zulfin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara sebagai bagian dari peningkatan kualitas riset dan internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia. Menurutnya, inovasi pembelajaran multibahasa tidak hanya relevan untuk konteks global, tetapi juga krusial dalam menjawab kebutuhan pendidikan di Indonesia yang multikultural dan multibahasa.

“Kolaborasi internasional bukan hanya tentang publikasi artikel ilmiah bersama, tetapi juga pertukaran perspektif, metodologi riset, kolaborasi workshop ataupun konferensi internasional, serta penguatan kapasitas dosen Indonesia,” ujar Zulfin.

PGSD-Unesa-a.jpg

Tidak hanya fokus pada pengembangan jejaring personal, Zulfin juga aktif mengajak kolega akademisi di Indonesia untuk terlibat dalam kolaborasi riset internasional, sebagai langkah strategis meningkatkan visibilitas dan reputasi universitas Indonesia di kancah global.

Sebagai wujud konkret dari upaya tersebut, Zulfin memoderatori Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Internasional melalui Zoom Meeting bersama tim risetnya dari Indonesia. FGD ini melibatkan dosen dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Advertisement

FGD tersebut membahas peluang kolaborasi riset internasional, pengembangan proposal penelitian bersama, serta strategi internasionalisasi melalui publikasi, joint research, dan jejaring akademik global. Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai proyek riset kolaboratif yang berdampak pada pengembangan ilmu pendidikan di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sholihin Nur
PenulisSholihin NurBergabung di TIMES Indonesia sejak Juni 2015. Memiliki minat khusus dalam peliputan berita Pemerintahan, Pendidikan, Olahraga, Teknologi, Seni Budaya dan Lifestyle
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia