Advertisement
Indonesia Positif

SMPN 1 Tegalombo Pacitan Sabet Juara 2 Tari Kreasi Antikorupsi

SMPN 1 Tegalombo berprestasi dalam lomba tari kreasi bertema antikorupsi pada Festival Hari Antikorupsi Sedunia.

TIMES Indonesia,
SMPN 1 Tegalombo Pacitan Sabet Juara 2 Tari Kreasi Antikorupsi
Penampilan SMPN 1 Tegalombo Pacitan dalam Festival Lomba Tari Kreasi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. (Foto: Siska Nardefiyanto for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PACITAN SMPN 1 Tegalombo meraih Juara 2 dalam lomba tari kreasi bertema antikorupsi pada Festival Hari Antikorupsi Sedunia di Gedung Gasibu Swadaya Pacitan, Sabtu (6/12/2025).

Tim tari SMPN 1 Tegalombo dinilai mampu menyampaikan nilai kejujuran dan integritas secara kuat lewat koreografi yang rapi dan ekspresif. Setiap gerak dirancang untuk bercerita, bukan hanya indah dipandang.

Advertisement

Keunggulan utama mereka terletak pada konsep. Pembina ekstrakurikuler tari, Triweni Ratna Pamilih, mengatakan timnya sengaja memadukan unsur tradisional dan modern agar pesan lebih mudah diterima generasi muda.

“Gerakan tradisi tetap kami pertahankan, tapi kami beri sentuhan modern. Kostum dan riasan dibuat lebih variatif, musiknya juga kami kombinasikan antara instrumen tradisional dan digital,” ujar Triweni, Senin (15/12/2025).

SMPN-1-Tegalombo-Pacitan-2.jpg
Penyerahan penghargaan juara 2 oleh Sekda Pacitan Heru Wiwoho Sapardi Putro. (Foto: Siska Nardefiyanto for TIMES Indonesia)

Pendekatan ini dinilai efektif. Tari tidak terasa kaku, namun tetap berakar pada budaya. Di saat yang sama, pesan antikorupsi tersampaikan tanpa kesan menggurui.

Proses menuju panggung juga tidak singkat. Salah satu penari, Dwi Puspitasari, mengungkapkan latihan dilakukan secara intensif dengan disiplin tinggi.

Advertisement

 Tidak hanya fisik yang diasah, tetapi juga penghayatan karakter agar ekspresi di atas panggung terasa hidup.

“Latihan capek, tapi kami belajar banyak. Bukan cuma soal menari, tapi juga kerja sama dan tanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Tegalombo, Pacitan, Subroto, menilai prestasi ini lebih dari sekadar capaian lomba. Menurutnya, seni adalah medium efektif untuk membentuk karakter siswa.

“Prestasi ini kami harapkan memicu siswa lain berani mengembangkan bakatnya. Nilai antikorupsi yang mereka tampilkan harus menjadi bagian dari sikap sehari-hari,” ujarnya.

Subroto pun berharap festival semacam ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi terus berkembang sebagai ruang edukasi karakter. 

"Raihan juara ini menjadi modal awal untuk melangkah ke panggung yang lebih besar dengan membawa pesan jujur, berani, dan berintegritas," pungkasnya. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia