Advertisement
Indonesia Positif

Uji Karakter Penggalang SMPN 2 Ngadirojo, Long March Sejarah hingga Ziarah Tokoh Islam Pacitan

SMPN 2 Ngadirojo Pacitan gelar tes Pramuka Penggalang awal Januari 2026, memadukan pendidikan karakter, patriotisme, dan spiritual lewat long march Monumen Jenderal Sudirman–Tanjung Lor serta ziarah ke Makam Eyang Yahuda.

TIMES Indonesia,
Uji Karakter Penggalang SMPN 2 Ngadirojo, Long March Sejarah hingga Ziarah Tokoh Islam Pacitan
Tes pramuka pengalang SMPN 2 Ngadirojo Pacitan di monumen jendral Sudirman Wonokarto. (Foto:Doni Setiyanto for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PACITAN SMPN 2 Ngadirojo Pacitan, menggelar tes Pramuka Penggalang pada awal Januari 2026 dengan menggabungkan pendidikan karakter, nilai patriotisme, dan penguatan spiritual melalui long march bersejarah serta ziarah tokoh penyebar Islam lokal.

Kegiatan tersebut diawali dengan perjalanan panjang (long march) dari Monumen Jenderal Sudirman Wonokarto menuju kawasan Tanjung Lor. 

Advertisement

Rute ini dipilih untuk menanamkan pemahaman sejarah perjuangan Jenderal Sudirman sekaligus melatih fisik dan mental para peserta.

Selain aspek kebangsaan, pembinaan spiritual juga menjadi bagian penting kegiatan. Para penggalang melakukan ziarah ke Makam Eyang Yahuda (Syekh Abdurrahman) di Dusun Margodadi, Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo. 

Tokoh tersebut dikenal sebagai salah satu penyebar agama Islam di wilayah Wengker Selatan atau Pacitan.

Tokoh masyarakat, Agus Djarjono, Sabtu (3/1/2026) mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. 

Menurutnya, tes Pramuka dengan pendekatan sejarah dan religi efektif menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap tanah air dan agama sejak dini.

Advertisement

Kegiatan kepramukaan di SMPN 2 Ngadirojo selama ini juga kerap dikaitkan dengan upaya pelestarian budaya dan sejarah lokal. 

Salah satunya melalui keterlibatan sekolah dalam menjaga Tari Oglor sebagai identitas dan kebanggaan sekolah. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia