Advertisement
Indonesia Positif

Masuki Tahun Ketujuh Terverifikasi Netral Karbon, Mowilex Percepat Penurunan Emisi Permanen

PT Mowilex Indonesia telah memasuki tahun ketujuhnya berturut-turut sebagai perusahaan yang terverifikasi netral karbon

TIMES Indonesia,
Masuki Tahun Ketujuh Terverifikasi Netral Karbon, Mowilex Percepat Penurunan Emisi Permanen
Masuki Tahun Ketujuh Terverifikasi Netral Karbon, Mowilex Percepat Penurunan Emisi Permanen. (FOTO: ist)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA PT Mowilex Indonesia telah memasuki tahun ketujuhnya berturut-turut sebagai perusahaan yang terverifikasi netral karbon, mencerminkan sebuah pendekatan jangka panjang yang disiplin dalam pengelolaan emisi, sekaligus mempercepat transisi menuju penurunan emisi secara permanen yang berbasis infrastruktur panel surya.

Sejak pertama kali memverifikasi jejak karbonnya pada 2018, Mowilex secara konsisten meningkatkan cakupan dan ketelitian pengelolaan emisinya, mencakup seluruh Scope 1 dan Scope 2, serta elemen-elemen signifikan dari Scope 3. Langkah ini memerlukan adanya penguatan tata kelola operasional, kerja sama yang lebih intensif dengan pemasok, serta integrasi pengelolaan karbon secara menyeluruh dalam perencanaan operasional dan energi perusahaan.

Advertisement

Perhitungan emisi yang dilakukan Mowilex diverifikasi secara independen oleh SCS Global sesuai standar akuntansi gas rumah kaca yang diakui secara internasional.

“Seiring berjalannya waktu, pengelolaan karbon tidak lagi menjadi sekadar laporan saja, tetapi sebuah prinsip yang secara langsung memengaruhi cara kami merencanakan penggunaan energi, menjalankan operasi, dan menentukan prioritas investasi,” ujar Yossy Tresinya Prameswari, Chief Supply Chain Officer Mowilex Indonesia.

“Pergeseran ini sangat penting dalam membuat penurunan emisi menjadi langkah yang praktis dan bisa diterapkan secara konsisten, bukan sekadar target ideal yang harus dicapai,” sambungnya. 

Sekitar 71 persen dari total konsumsi energi Mowilex berasal dari listrik, menjadikannya komponen terbesar dalam penggunaan energi perusahaan. Karena itu, Mowilex memastikan bahwa listrik yang dibeli untuk mendukung operasionalnya telah dipadankan dengan sumber energi terbarukan yang bersertifikat, sekaligus melakukan investasi pada pembangkit listrik berbasis energi terbarukan seperti panel surya pada kantor pusat dan pabriknya untuk menekan ketergantungan pada jaringan listrik utama.

Pada 2025, Mowilex meresmikan instalasi panel surya berskala besar di atap pabriknya yang berada di Cikande, Banten. Sistem ini dirancang untuk menurunkan konsumsi listrik pabrik hingga 25 persen. Sebelumnya, Mowilex telah melakukan investasi serupa dalam bentuk pemasangan panel surya atap di kantor pusatnya, yang telah beroperasi sejak 2023 dan kini memasok hingga 25 persen kebutuhan listrik gedung.

Advertisement

“Kami menghitung dan melaporkan seluruh emisi Scope 1 dan Scope 2, serta memasukkan bagian-bagian Scope 3 yang saat ini dapat kami ukur secara kredibel,” ujar Niko Safavi, CEO Mowilex Indonesia.

“Scope 3 adalah lingkup yang paling menantang—semua orang yang bergerak di bidang manufaktur mengetahuinya—namun mengabaikannya tidak akan membuatnya hilang. Perubahan nyata dihasilkan dari eksekusi dan investasi pada infrastruktur, lebih dari sebuah sertifikat,” imbuhnya. 

Untuk memperkuat transparansi dan konsistensi pelaporannya, Mowilex telah beralih menggunakan framework akuntansi karbon ISO 14064, sebuah standar pelaporan gas rumah kaca yang diakui secara internasional.

Informasi lebih lanjut mengenai pendekatan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) Mowilex dapat diakses melalui laman esg mowilex. 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia