Advertisement
Indonesia Positif

Percepat Program Ketahanan Pangan, 21 Warga Binaan Lapas Malang Jalani Asimilasi di SAE L’SIMA

Lapas Kelas I Malang menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) di halaman Museum Pendjara Lowokwaroe, sebagai upaya mempercepat pelaksanaan program ketahanan pangan Pemasyarakatan Jawa Timur. Sidang tersebut digelar untuk memenuhi kebutuhan

TIMES Indonesia,
Percepat Program Ketahanan Pangan, 21 Warga Binaan Lapas Malang Jalani Asimilasi di SAE L’SIMA
Sidang TPP Warga Binaan Lapas Malang (FOTO: Lapas Malang/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Lapas Kelas I Malang menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) di halaman Museum Pendjara Lowokwaroe, sebagai upaya mempercepat pelaksanaan program ketahanan pangan Pemasyarakatan Jawa Timur. Sidang tersebut digelar untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pembinaan di pusat ketahanan pangan SAE L’SIMA Ngajum.

Dalam sidang itu, sebanyak 28 warga binaan diajukan untuk dinilai kelayakannya mengikuti program asimilasi di luar lapas. Proses penilaian dilakukan sebagai bagian dari strategi awal tahun 2026 Lapas Malang dalam mengoptimalkan peran SAE sebagai pusat pembinaan yang produktif, dengan tetap mengedepankan prinsip objektivitas dan akuntabilitas.

Advertisement

Hasilnya, dari pembahasan seluruh anggota TPP, sebanyak 21 warga binaan dinyatakan memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Mereka selanjutnya akan menjalani program asimilasi di luar lapas dengan mengikuti pembinaan sekaligus bekerja di SAE L’SIMA Ngajum.

Penempatan warga binaan dilakukan secara terukur dan disesuaikan dengan minat serta kemampuan masing-masing. 

Bidang pembinaan yang akan digeluti meliputi sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan yang menjadi fokus pengembangan SAE. Melalui seleksi ini, diharapkan program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji mengatakan, Sidang TPP merupakan langkah strategis untuk mempercepat implementasi program ketahanan pangan sejak awal tahun. 

“Sidang TPP ini menjadi percepatan awal tahun agar program ketahanan pangan di SAE L’SIMA Ngajum dapat segera berjalan maksimal dengan dukungan sumber daya manusia yang siap,” ujar Teguh, Selasa (6/1/2026).

Advertisement

Menurut Teguh, SAE L’SIMA terus didorong menjadi pusat pembinaan yang produktif dan memberikan dampak nyata. Keterlibatan warga binaan dalam berbagai sektor di SAE juga dinilai sebagai sarana pembinaan kemandirian yang terarah. 

“Kami ingin SAE tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga menjadi pusat kontribusi nyata Pemasyarakatan bagi ketahanan pangan,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia