Advertisement
Indonesia Positif

GP Ansor Terima Penghargaan Presiden atas Kontribusi Swasembada Pangan Nasional

Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, menyebut penghargaan tersebut sebagai wujud apresiasi terhadap kerja lapangan ribuan kader yang terlibat langsung dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

TIMES Indonesia,
GP Ansor Terima Penghargaan Presiden atas Kontribusi Swasembada Pangan Nasional
Ketua Umum GP Ansor Addin Jawaruddin bersama Staf dan Banser usai menerima piagam penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto. (FOTO: IG Ansor)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

KARAWANG Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menerima penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto atas peran organisasinya dalam mendorong tercapainya target swasembada pangan nasional 2025. Penyerahan piagam dilakukan dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Pengakuan dari pemerintah tersebut menandai kontribusi organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama itu dalam menggerakkan partisipasi generasi muda di sektor pertanian melalui program Banser Patriot Ketahanan Pangan.

Advertisement

Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, menyebut penghargaan tersebut sebagai wujud apresiasi terhadap kerja lapangan ribuan kader yang terlibat langsung dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

menerima-piagam-penghargaan-a.jpg

“Sebagai organisasi yang tumbuh dari desa, sawah bukan sekadar tempat bertani, tetapi menjadi ruang tumbuh kader-kader Ansor,” ujarnya dalam keterangan resmi seusai menerima piagam.

Program Banser Patriot Ketahanan Pangan pertama kali digagas pada peringatan hari lahir GP Ansor ke-91 di Banyumas. Gerakan tersebut berkembang melalui jaringan kader yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya berfokus pada produksi padi, program ini juga mengembangkan komoditas lain sesuai potensi kawasan, mulai dari jagung dan sayuran organik di Jawa Tengah, perikanan air tawar di Sumatera Selatan, hingga budidaya ayam broiler skala komunitas di Subang.

Addin menyatakan keterlibatan pemuda di sektor pangan membawa dampak ekonomi nyata di tingkat lokal. “Banyak kader yang merasakan peningkatan kesejahteraan dari usaha pertanian dan peternakan. Bahkan beberapa komunitas berhasil membuka lapangan kerja baru di desa,” katanya.

Advertisement

menerima-piagam-penghargaan-b.jpg

Data Pusat Koordinasi Banser Patriot Ketahanan Pangan mencatat, hingga akhir 2025 gerakan tersebut telah mengelola lebih dari 5.000 hektare lahan produktif dan menghasilkan sekitar 250.000 ton komoditas pangan yang diserap pasar lokal dan nasional. Capaian tersebut disebut turut menjadi basis dalam klaim pemerintah bahwa swasembada pangan nasional dapat dicapai pada 2025.

Addin menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman atas dukungan kebijakan pemerintah, termasuk subsidi pupuk, pembangunan infrastruktur irigasi, serta pendirian pusat pelatihan pertanian modern bagi generasi muda.

Meski demikian, ia menegaskan penghargaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berpuas diri. “Ini harus menjadi energi baru agar kami bisa berkontribusi lebih besar,” ucapnya.

GP Ansor kini tengah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan. Salah satunya ialah peluncuran platform digital “Ansor Pangan Digital” untuk menghubungkan petani muda dengan pasar dan akses teknologi. Selain itu, GP Ansor berencana membentuk pusat inkubasi usaha pangan yang menyediakan pelatihan pertanian presisi, pengolahan pascapanen, dan kewirausahaan pangan skala UMKM.

“Ketahanan pangan ke depan akan banyak ditentukan oleh pemuda yang kreatif dan inovatif. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha untuk memperkuat ekosistem pangan nasional,” kata Addin. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imam Kusnin Ahmad
PenulisImam Kusnin AhmadPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2000. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia