Advertisement
Indonesia Positif

Akafarma Sunan Giri Ponorogo Peringati Isra Mi’raj dengan Istighatsah Bersama

Di tengah kemajuan teknologi farmasi dan tuntutan akademik yang dinamis, Akafarma Sunan Giri Ponorogo memilih untuk kembali ke akar spiritualitas. Pada Jumat, 9 Januari 2026,

TIMES Indonesia,
Akafarma Sunan Giri Ponorogo Peringati Isra Mi’raj dengan Istighatsah Bersama
Suasana istighatsah keluarga besar Akafarma Sunan Giri Ponorogo sekaligus memperingati Isra Mi’raj. (Foto: Humas Akafarma for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Ponorogo Di tengah kemajuan teknologi farmasi dan tuntutan akademik yang dinamis, Akafarma Sunan Giri Ponorogo memilih untuk kembali ke akar spiritualitas. Pada Jumat, 9 Januari 2026, suasana kampus yang biasanya riuh dengan aktivitas laboratorium berubah menjadi teduh dan khusyuk. 

Seluruh sivitas akademika berkumpul dalam satu barisan untuk menyelenggarakan rutinan istighatsah sekaligus memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Dengan mengusung tema besar "Istighatsah Isra Mi’raj: Menguatkan Doa, Meneguhkan Iman, Menata Kehidupan", kegiatan ini dirancang sebagai momentum recharging spiritual bagi para tenaga kesehatan masa depan.

Advertisement

Puncak acara ditandai dengan kehadiran Gus Moch Ikhwanusshofa, sosok ulama muda kharismatik dari Pondok Pesantren Nurul Qur’an, Pakunden, Ponorogo. Dia hadir tidak hanya untuk memimpin doa (Imam istighatsah), tetapi juga memberikan orasi ilmiah keagamaan yang menyentuh realitas kehidupan modern.

Dalam tausiyahnya, Gus Shofa membedah esensi perjalanan Isra Mi’raj sebagai titik balik kehidupan manusia. Beliau menekankan bahwa shalat, sebagai "oleh-oleh" utama dari peristiwa tersebut, adalah fondasi dalam menata kehidupan.

"Ilmu farmasi yang kalian pelajari adalah ikhtiar lahiriah, namun doa dan iman adalah kunci batiniah. Isra Mi’raj mengajarkan kita bahwa sehebat apa pun pencapaian manusia, ia harus tetap bersujud. Jika doa sudah kuat dan iman sudah teguh, maka urusan dunia termasuk studi dan karier akan tertata dengan sendirinya," pesan Gus Shofa

Partisipasi Total Sivitas Akademika

istighatsah-keluarga-besar-Akafarma-a.jpg

Laporan pandangan mata menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga jajaran dosen dan Tenaga Kependidikan  turut larut dalam lantunan dzikir. Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan adanya harmoni antara manajemen kampus dengan mahasiswa dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkarakter.

Advertisement

Seorang perwakilan mahasiswa, Anisa mengungkapkan istighatsah ini terasa sangat menenangkan. Di tengah tekanan tugas dan perkuliahan, momen ini mengingatkan kami bahwa ada kekuatan yang lebih besar. 

"Doa bersama ini benar-benar menguatkan tekad kami untuk menuntut ilmu dengan niat yang benar,” ujar Anisa

​Acara diakhiri dengan lantunan doa dan dzikir bersama yang menggema, memohon kelancaran dan keberkahan bagi institusi, para pengajar, mahasiswa, serta keselamatan bangsa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

L
PenulisLinda WidyaningsihPenulis lepas yang telah bergabung dengan TIMES Indonesia sejak Oktober 2025. Memiliki minat khusus dalam peliputan berita sosial dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia