Advertisement
Indonesia Positif

Kemenhaj Minta Petugas Haji untuk Ingatkan Jemaah Haji Indonesia dalam Bermedia Sosial

Kemenhaj ingatkan jemaah haji Indonesia untuk berhati-hati gunakan media sosial di Arab Saudi. Pihak Saudi bisa melacak unggahan negatif dan berujung deportasi.

TIMES Indonesia,
Kemenhaj Minta Petugas Haji untuk Ingatkan Jemaah Haji Indonesia dalam Bermedia Sosial
Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kemenhaj, Chandra Sulistyo Reksoprojo. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Chandra Sulistyo Reksoprojo menyampaikan kepada para petugas haji untuk mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk hati-hati menggunakan media sosial. 

“Saudi sangat keras soal media sosial. Hati-hati menggunakan media sosial di Saudi. Disana tuh canggih sekali. Mereka bisa melacak kita,” ucap Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kemenhaj, Chandra saat memberikan materi kepada para petugas haji yang mengikuti diklat PPIH Arab Saudi di Jakarta pada Selasa (12/1/2026). 

Advertisement

Menurut Direktur Bina Petugas Haji Reguler ini, jika jemaah haji Indonesia menyampaikan sesuatu yang kurang baik bahkan menghina Arab Saudi di media sosial, petugas tidak akan segan menangkap bahkan mendeportasi oknum jemaah haji Indonesia tersebut. 

“Terkadang apa yang kita beritakan atau yang tahun berapa kita beritakan pun mereka terkadang bisa melacak itu. Sehingga gunakanlah media sosial itu benar-benar sangat hati-hati,” kata eks penyidik KPK tersebut. 

Chandra mengingatkan, jemaah haji Indonesia jangan menciderai bahkan menjelekkan pihak lain saat di Arab Saudi karena kehadiran para jemaah ke tanah suci adalah untuk ibadah haji. “Kita bisa mengingatkan para jemaah untuk tetap positive thinking dan menyampaikan kabar yang baik dan kangan bikin cemas keluarga di Indonesia,” pesannya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia