Advertisement
Indonesia Positif

Warga Binaan Rutan Banjarnegara Ikuti Pelatihan Merajut Benang

Kepala Rutan Banjarnegara menyampaikan, kegiatan keterampilan seperti merajut benang memiliki nilai strategis dalam membekali WBP dengan kemampuan yang dapat dikembangkan secara mandiri.

TIMES Indonesia,
Warga Binaan Rutan Banjarnegara Ikuti Pelatihan Merajut Benang
Warga binaan Rutan Kelas IIB Banjarnegara saat mengikuti pelatihan ketrampilan merajut benang. (FOTO::Humas Rutan Banjarnegara for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANJARNEGARA Puluhan warga binaan pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Banjarnegara mengikuti kegiatan ketrampilan merajut benang sejak Kamis 15 Januari 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Gatotkaca Rutan Banjarnegara, ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian. 

‎Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pembekalan teknik dasar merajut, mulai dari pengenalan alat dan bahan hingga praktik pembuatan rajutan sederhana.

Advertisement

‎Dalam waktu dekat Rutan Banjarnegara berencana bekerja sama dengan para penjahit lokal di wilayah Banjarnegara.

‎Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan menjahit serta pengembangan hasil rajutan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), sehingga keterampilan yang diperoleh tidak hanya terbatas pada pembinaan internal, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha yang berkelanjutan.

‎Kepala Rutan Banjarnegara Dodik Harmono menyampaikan bahwa kegiatan keterampilan seperti merajut benang memiliki nilai strategis dalam membekali WBP dengan kemampuan yang dapat dikembangkan secara mandiri. 

“Kami berupaya terus menghadirkan program pembinaan yang relevan dan bermanfaat. Melalui kerja sama dengan penjahit lokal ini, kami berharap WBP dapat memperoleh keterampilan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan dunia kerja," jelasnya.

‎Diharapkan setelah kembali ke masyarakat lanjut Dodik, mereka memiliki bekal untuk hidup mandiri dan produktif. (*)

Advertisement

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muchlas Hamidi
PenulisMuchlas HamidiBergabung dengan TIMES Indonesia sejah tahun 2020 Liputan : Sosial, Budaya, dan isu atau kejadian di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia