Advertisement
Indonesia Positif

Panen Selada Iceberg dan Sawi Batang Putih; UNIPMA Sukses Terapkan Perkuliahan Hidropnik

Pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan pola hidup sehat, Prodi Pendidikan Biologi Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) mengambil peran dalam produksi sayuran hidroponik.

TIMES Indonesia,
Panen Selada Iceberg dan Sawi Batang Putih; UNIPMA Sukses Terapkan Perkuliahan Hidropnik
Mahasiswa Pendidikan Biologi UNIPMA panen selada Iceberg dan sawi batang putih. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MADIUN Pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan pola hidup sehat, Prodi Pendidikan Biologi Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) mengambil peran dalam produksi sayuran hidroponik. Integrasi mata kuliah hidroponik dan entrepreneurship menjadi keunggulan prodi Pendidikan Biologi karena mampu membekali mahasiswa dengan teori dan praktik secara nyata. Inisiatif ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang mendalam bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi solusi praktis dalam mengajarkan penerapan teori biologi secara langsung di lapangan.

“Perkuliahan hidroponik ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori dasar pertumbuhan tanaman, tetapi juga mempraktikkan langsung teknik hidroponik yang ramah lingkungan dan efisien,” ujar Joko Widiyanto, M.Pd. selaku dosen pengampu dan dibantu oleh Laboran Zainal Arifin, S.Pd. 

Advertisement

Hidroponik adalah metode menanam tanaman tanpa tanah, yang menggunakan larutan nutrisi untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Teknik ini sangat relevan dengan tantangan pertanian di masa depan.
Perkuliahan hidroponik berbasis proyek ini, mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi berhasil memanen pakcoy, selada, sawi putih dan selada iceberg yang tumbuh dengan subur.

 Hasil panen ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan metode pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan, tetapi juga menunjukkan potensi hidroponik sebagai solusi pertanian perkotaan yang efisien dan ramah lingkungan.

"Ini adalah pengalaman yang sangat berarti bagi kami. Tidak hanya belajar teori, tetapi kami bisa melihat dan merasakan langsung proses pertumbuhan tanaman, mulai dari penanaman hingga akhirnya bisa memanen hasilnya,” ujar Prahmawati, mahasiswa Pendidikan Biologi.

Selama perkuliahan berlangsung, mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing bertanggung jawab untuk mengelola satu jenis tanaman. Beberapa kelompok fokus pada selada iceberg, sedangkan kelompok lainnya mengelola sawi putih.

sayuran-hidroponik.jpg
Hasil sayuran hidroponik Prodi Pendidikan Biologi UNIPMA. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)

Setiap kelompok memiliki tantangan untuk memastikan tanaman yang mereka kelola tumbuh dengan optimal. Proses ini melibatkan pengelolaan kualitas air, pencahayaan, suhu ruangan, dan penggunaan pupuk organik yang tepat.

Selain memberi mahasiswa kesempatan untuk mengasah keterampilan teknis dalam bidang pertanian, pembelajaran berbasis proyek ini juga memperkenalkan pentingnya pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hidroponik, sebagai metode yang digunakan dalam proyek ini, menawarkan banyak keuntungan. Salah satunya adalah efisiensi penggunaan air yang lebih baik dibandingkan dengan pertanian konvensional yang menggunakan tanah.

Melalui proyek ini, Prodi Pendidikan Biologi Unipma Madiun juga berusaha mendorong minat mahasiswa untuk lebih tertarik pada bidang pertanian modern yang ramah lingkungan. Mengingat kebutuhan akan pangan yang terus meningkat, pengetahuan tentang pertanian yang efisien dan berkelanjutan menjadi sangat penting.

"Selain memperkenalkan teknologi hidroponik, kami juga berharap mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan untuk mengimplementasikan teknologi ini di lingkungan mereka sendiri, baik di rumah maupun di tempat-tempat yang memiliki lahan terbatas,” ujar Joko Widiyanto, M.Pd.

Prodi Pendidikan Biologi UNIPMA Madiun berharap lebih banyak mahasiswa yang tertarik untuk meneliti dan mengembangkan teknologi pertanian, khususnya yang berbasis hidroponik, untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Selain itu, pengajaran berbasis proyek seperti ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya.

Ke depan, Prodi Pendidikan Biologi Unipma Madiun berencana untuk meningkatkan kolaborasi lebih lanjut dengan industri dan komunitas pertanian untuk memperluas dampak dari proyek hidroponik ini. Kerja sama dengan lembaga terkait akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dan menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari dalam skala yang lebih besar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSuciati (CR-219) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia