Advertisement
Indonesia Positif

Perdalam Materi Taksidermi, Mahasiswa UNIPMA Belajar di Museum Biologi UGM

Mahasiswa Pendidikan Biologi Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) mendapatkan kesempatan langka untuk memperdalam materi Taksidermi melalui kegiatan pembelajaran di luar kampus yang diadakan di Museum Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

TIMES Indonesia,
Perdalam Materi Taksidermi, Mahasiswa UNIPMA Belajar di Museum Biologi UGM
Mahasiswa Pendidikan Biologi UNIPMA di Museum Biologi UGM. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MADIUN Mahasiswa Pendidikan Biologi Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) mendapatkan kesempatan langka untuk memperdalam materi Taksidermi melalui kegiatan pembelajaran di luar kampus yang diadakan di Museum Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Klasifikasi dan Keanekaragaman Vertebrata, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis dan langsung kepada mahasiswa mengenai proses pengawetan hewan dan penerapan berbagai metode taksidermi.

Advertisement

Sebanyak 15 mahasiswa dari Program Studi Biologi UNIPMA Madiun yang terlibat dalam kegiatan ini terlihat antusias saat menyaksikan berbagai koleksi awetan hewan di museum. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan teknik-teknik pengawetan yang digunakan oleh para ahli, tetapi juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya taksidermi dalam studi biologi, ekologi, dan konservasi. kegiatan ini dipandu oleh dosen pengampu Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.Si dan laboran Zainal Arifin, S.Pd. 

Taksidermi adalah seni dan ilmu dalam mengawetkan hewan atau bagian tubuh hewan untuk tujuan pameran atau penelitian. Proses ini melibatkan pengeringan dan pembentukan kembali bentuk tubuh hewan tersebut agar tetap terlihat seperti hidup. Dalam praktiknya, taksidermi digunakan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, museum, serta koleksi pribadi, untuk menunjukkan berbagai spesies hewan yang jarang ditemui dalam keadaan hidup.

Di Museum Biologi UGM, mahasiswa UNIPMA Madiun dapat melihat langsung hasil taksidermi yang dilakukan pada berbagai hewan, dari mamalia hingga burung. Proses ini dimulai dengan penyiapan bahan, diikuti dengan tahap pengelupasan kulit, pengisian tubuh dengan bahan pengawet dan padding untuk mempertahankan bentuk tubuh asli, hingga perawatan terakhir untuk memastikan awetan tersebut bertahan lama. Salah satu benda yang menarik perhatian mahasiswa adalah koleksi tengkorak hewan yang diawetkan dan dipajang dalam berbagai bentuk, menggambarkan perbedaan struktur anatomi berbagai spesies.

“Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai konsep-konsep yang mereka pelajari di kelas, melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih memahami teori yang sudah dipelajari dengan melihat langsung penerapannya. Taksidermi tidak hanya penting dalam pengawetan hewan, tetapi juga memberikan wawasan tentang bagaimana ilmu biologi dapat diaplikasikan dalam konservasi alam dan penelitian," ujar Dr. Linda.

Selain itu, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan instruktur taksidermi yang bekerja di Museum Biologi UGM. Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang teknik pengawetan, tantangan yang dihadapi, serta pentingnya taksidermi dalam pelestarian spesies langka dan terancam punah. Salah satu teknik yang sedang berkembang adalah penggunaan bahan pengawet ramah lingkungan yang dapat menggantikan bahan kimia berbahaya yang selama ini digunakan.

Advertisement

Salah seorang mahasiswa UNIPMA Madiun, Genta Bagaskoro mengungkapkan kekagumannya setelah melihat langsung proses taksidermi. "Saya sangat senang bisa belajar di museum ini. Banyak sekali hal baru yang saya pelajari, terutama mengenai bagaimana hewan diawetkan dengan cara yang sangat detail dan teliti. Hal ini membuat saya semakin tertarik untuk mempelajari taksidermi lebih lanjut, karena ini merupakan bagian penting dalam memahami biodiversitas hewan," ujarnya dengan semangat.

Kegiatan ini juga dianggap sebagai langkah penting dalam mendukung pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus. Pembelajaran di luar kelas, seperti yang dilakukan di Museum Biologi UGM, memberikan pengalaman praktis yang tidak dapat diperoleh hanya dengan membaca buku atau mendengarkan penjelasan di ruang kuliah. Dengan mengunjungi museum dan berinteraksi langsung dengan koleksi yang ada, mahasiswa dapat menggali pengetahuan lebih dalam, memperluas wawasan, dan mengasah keterampilan yang dapat diterapkan dalam penelitian atau pekerjaan di masa depan.

Dr. Linda juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan di UNIPMA Madiun. "Kami ingin memberikan pengalaman yang tidak hanya teoritis tetapi juga aplikatif, yang nantinya dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia kerja. Kolaborasi dengan museum dan institusi lain sangat penting untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa," jelasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSuciati (CR-219) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia