Advertisement
Indonesia Positif

Dukung Ruang Ilmiah yang Kredibel dan Relevan Bagi Tenaga Kesehatan

Sebagai bagian dari puncak perayaan ulang tahun ke-8, perusahaan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk menyelenggarakan acara simposium yang mengusung tema “Empowering Healthcare: Excellence Through Knowledge

TIMES Indonesia,
Dukung Ruang Ilmiah yang Kredibel dan Relevan Bagi Tenaga Kesehatan
Konferensi pers saat acara simposium perusahaan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (FOTO: Moh Ramli/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Sebagai bagian dari puncak perayaan ulang tahun ke-8, perusahaan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk menyelenggarakan acara simposium yang mengusung tema “Empowering Healthcare: Excellence Through Knowledge, Collaboration and Innovation” dan berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (31/1/2026). 

Penyelenggaraan acara ini dilakukan sebagai upaya dalam mendukung peningkatan pengetahuan, kompetensi, serta kapasitas tenaga kesehatan dari berbagai bidang keilmuan. 

Advertisement

Mengingat, perkembangan ilmu kedokteran yang terus bergerak cepat, sehingga penyediaan akses terhadap pembaruan informasi ilmiah dan inovasi layanan kesehatan menjadi kebutuhan yang esensial bagi para praktisi medis. 

Simposium ini dihadiri lebih dari 300 peserta dokter secara offline dari berbagai disiplin ilmu, baik dokter spesialis maupun dokter umum.

Kegiatan ini menghadirkan pembahasan ilmiah lintas disiplin, meliputi obstetric dan ginekologi, penyakit dalam, pediatri, pulmonologi serta patologi klinik. Simposium dilaksanakan dalam tiga kelas paralel yang memungkinkan peserta dapat mengikuti sesi sesuai dengan bidang keahliannya. 

Topik yang dibahas dalam kegiatan ini, antara lain pembahasan akurasi diagnosis bakteri H. pylori dengan uji Urea Breath Test, diagnosa saluran pernapasan dengan panel respiratory dan test IGRA, serta optimalisasi skrining genetik risiko kanker payudara dan ovarium.

“Melalui acara simposium ini, kami berkomitmen mendukung ruang ilmiah yang kredibel dan relevan bagi tenaga kesehatan, sekaligus memperkuat kolaborasi layanan pemeriksaan dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia” ujar Fergus Richard, Direktur Utama perwakilan manajemen PT Diagnos Laboratorium Indonesia Tbk. 

Advertisement

konpres.jpg

Selain sesi ilmiah, kegiatan ini juga diisi dengan ceremonial session yang menghadirkan sejumlah tokoh pemangku kepentingan di sektor kesehatan nasional, seperti Dr. dr. Ivan Rizal Sini, MD. FRANZCOG, GDRM, MMIS, Sp.OG sebagai Komisaris Utama Bundamedik Healthcare System Group (BMHS Group) dan drg. Arianti Anaya, MKM sebagai Komisaris Independen BMHS Group. 

Kegiatan ini juga didukung dan dihadiri oleh perwakilan Kementrian Kesehatan Indonesia Indri Rooslamiati, M,Sc., Apt. selaku Kepala Balai Besar Biomedika & Genomika Kesehatan dan Dr. dr. Cecilia R Padang, PhD, FACR selaku Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta. 

Simposium yang diadakan merupakan perwujudan dari komitmen PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga Kesehatan, dengan menyediakan forum interaksi yang dapat memungkinkan pertukaran pandangan perspektif antar spesialisasi bidang ilmu, sehingga tercipta integrasi penanganan medis yang lebih komprehensif dan berorientasi pada mutu. 

Forum perdana yang diselenggarakan oleh PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk ini juga merupakan sarana penyampaian perkembangan teknologi, metode diagnostik, dan pendekatan klinis terkini untuk dapat diterapkan dalam praktik kesehatan modern dan diwujudkan dalam bentuk Health Exhibition yang didukung oleh mitra Diagnos Laboratorium, di antaranya UBC Indonesia, Intrada, Setia Anugrah Medika, SD Biosensor, Nusantik, Mulia Sejahtera Scientific, dan puluhan mitra lainnya.

"Jaringan hubungan kerjasama antara klinisi, industri dan akademisi dapat dibangun melalui kegiatan simposium ini yang menghadirkan pemangku kepentingan guna mendorong riset, peningkatan layanan, kapabilitas tenaga medis, integrasi inovasi, serta peluang kolaborasi berkelanjutan. Sehingga, dapat berdampak luas bagi masyarakat Indonesia," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia