Advertisement
Indonesia Positif

Hujan Deras 5 Jam Picu Tanah Longsor di Silo Jember

Tanah longsor yang melanda Dusun Baban Batu Ampar, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Senin (9/2/2026).

TIMES Indonesia,
Hujan Deras 5 Jam Picu Tanah Longsor di Silo Jember
Petugas BPBD Jember saat melakukan penanganan tanah longsor di silo. (FOTO: M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER Tanah longsor yang melanda Dusun Baban Batu Ampar, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Senin (9/2/2026).

Material longsoran dari tebing jalan perdusunan dilaporkan menimpa area pemukiman warga setempat.

Advertisement

​Peristiwa ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (8/2/2026).

Tercatat, hujan dengan intensitas tinggi berlangsung selama kurang lebih lima jam, yang mengakibatkan kondisi tanah pada tebing jalan menjadi jenuh air dan labil.

​Berdasarkan hasil asesmen cepat dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Jember, terdapat dua titik utama yang terdampak secara signifikan.

Titik pertama yakni tebing jalan dengan dimensi panjang sekitar 10 meter dan tinggi 6 meter mengalami longsoran yang materialnya menutup sebagian halaman rumah milik Sulianto. ​

Sedangkan titik kedua, longsoran pada tebing jalan sepanjang 3 meter dengan tinggi 2 meter yang menimpa area halaman rumah milik Maksana.

Advertisement

​Meskipun material longsoran berada sangat dekat dengan bangunan utama rumah warga, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.

Akses jalan desa juga dipastikan masih bisa dilalui, sehingga tidak ada warga yang terisolir.

​Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Edi Budi Susilo, segera menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan koordinasi dengan otoritas setempat.

Langkah-langkah darurat diambil guna mencegah terjadinya longsor susulan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih akan terjadi.

​"Tim kami sudah berada di lapangan untuk melakukan pendampingan dan asesmen teknis. Sebagai langkah pencegahan awal, kami telah memasang tiga lembar terpal di titik mahkota longsor. Hal ini penting untuk menutupi rekahan tanah agar air hujan tidak meresap langsung ke dalam tanah yang dapat memicu longsor lebih besar," ujar Edi.

​Kesigapan petugas di lapangan juga didukung penuh oleh unsur Satpol PP Kecamatan Silo, Perangkat Desa Mulyorejo, serta jajaran RT/RW.

Semangat gotong royong terlihat jelas saat warga secara mandiri mulai membersihkan material tanah dan batu yang menumpuk di halaman rumah mereka.

​Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPBD telah memberikan rekomendasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) untuk segera meninjau kondisi infrastruktur jalan yang terdampak guna perencanaan perbaikan permanen. ​

Masyarakat yang bermukim di daerah lereng dan tebing diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Kami meminta warga untuk segera melapor jika melihat adanya rekahan tanah baru atau tanda-tanda alam lainnya, terutama saat hujan turun dengan durasi lebih dari dua jam," tambah Edi.

​Hingga laporan ini diturunkan pada pukul 21.00 WIB, situasi di Dusun Baban Batu Ampar dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia