Saat Puluhan Siswa TK-SD Tanam Pohon dalam Rangka HPN 2026 di Bondowoso
Suasana lereng Gunung Raung di wilayah Sumberwringin, Bondowoso, tampak berbeda, Rabu (11/2/2026).

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BONDOWOSO – Suasana lereng Gunung Raung di wilayah Sumberwringin, Bondowoso, tampak berbeda, Rabu (11/2/2026).
Puluhan siswa TK Rimba dan sekolah dasar turun langsung ke lokasi untuk mengikuti aksi penghijauan bertajuk “Sedekah Oksigen”.
Kegiatan tanam pohon ini digelar sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian alam sekaligus memperingati Hari Pers Nasional (HPN 2026) dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80.
Pantauan di lokasi, anak-anak dengan penuh semangat menanam bibit pohon di kawasan Petak 29A, RPH Sukorejo BKPH Sukosari KPH Bondowoso.
Khairunnisa (5), salah satu siswa TK yang ikut serta, mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Saya senang sekali ikut aksi ini. Ikut jaga alam,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Hal senada disampaikan Fathor (8), siswa SD di Sumberwringin. Bersama sekitar 40 teman sekolahnya, ia sengaja mengikuti aksi penghijauan karena kecintaannya terhadap alam.
“Saya sering ikut bapak ke hutan. Saya senang lihat alam yang hijau. Kalau ada kegiatan seperti ini, saya mau ikut lagi,” katanya.
Aksi ini diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap lingkungan.
Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, menyebut kegiatan tersebut mengusung tagline “Tanam Satu Pohon, Wariskan Sejuta Oksigen”.
“Kami memilih kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kelestarian alam adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Menurut Sinca, penghijauan sengaja melibatkan berbagai elemen di Bondowoso agar pesan kepedulian lingkungan dapat menjadi gerakan kolektif.
Ia menegaskan, semangat menjaga alam bukan hanya simbolis, melainkan langkah konkret untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
Selain puluhan pelajar, kegiatan ini juga diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah, serta unsur Polres, Kodim, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga Perhutani selaku pemangku kawasan hutan.
“PWI Bondowoso berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat ditanamkan sejak dini, sehingga generasi muda tumbuh dengan kepedulian terhadap kelestarian alam,” kata Sinca. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


