Advertisement
Indonesia Positif

Ramadan Momen Memperdalam Islam yang Rahmah dan Menebar Kesalihan Sosial

Jemaah Muhammadiyah Kabupaten Malang melaksanakan salat tarawih malam kedua Ramadan 1447H di Masjid Fastabiqul Khoirot Sukun Kepanjen, dilanjutkan ceramah tentang puasa dan implementasi ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

TIMES Indonesia,
Ramadan Momen Memperdalam Islam yang Rahmah dan Menebar Kesalihan Sosial
Penyampaian ceramah kepada jamaah setelah salat tarawih di Masjid Nurul Hidayah Kepanjen Kabupaten Malang. (FOTO: IG Nurul Hidayah Stories for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Warga dan jamaah Muhammadiyah Kabupaten Malang melaksanakan salat tarawih malam kedua Ramadan 1447H, pada Rabu (18/2/2026).

Salat tarawih berjamaah dilakukan sebanyak sebelas rakaat dengan khusyuk di Masjid Fastabiqul Khoirot Sukun, Kepanjen, Kabupaten Malang. Ibadah dilanjutkan dengan ceramah singkat oleh khatib.

Advertisement

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, M. Nurul Humaidi, menyampaikan, ceramah di masjid-masjid Muhammadiyah bertujuan memberikan pendidikan agama selama Ramadan. “Materi ceramah hendaknya membantu jamaah memahami ajaran Islam yang rahmah dan menebar kasih sayang kepada sesama,” ujarnya.

Humaidi menekankan, kesalihan spiritual dari ibadah mahdah seperti puasa dan salat harus berdampak nyata dalam hubungan sosial. “Maka sebisa mungkin hindari materi ceramah yang menimbulkan kontroversi, yang justru menumbuhkan kebencian antarsesama muslim,” tambah dosen Fakultas Agama Islam UMM itu.

Sahid.jpg
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang, H. Sahid. (FOTO: Amin/TIMES Indonesia)

Ia juga menekankan pentingnya implementasi ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak mulia dan hubungan baik dengan sesama.

Terkait perbedaan awal Ramadan di Indonesia antara tanggal 18 dan 19 Februari 2026, Humaidi mengimbau semua pihak saling menghormati. “Biarlah perbedaan itu terjadi, tapi tetap menyatukan tujuan untuk mewujudkan ketakwaan melalui ibadah puasa Ramadan,” pungkasnya.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, H. Sahid, menegaskan perbedaan awal puasa bukan masalah. “Hal ini sudah pernah terjadi di Indonesia, sehingga tidak perlu dibesar-besarkan,” kata Sahid. Ia mengimbau masyarakat menjalankan puasa Ramadan dengan khusyuk, agar meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT dan meninggalkan bekas ketakwaan yang meningkat setelah Ramadan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia