Advertisement
Indonesia Positif

FIKES Menggelar Tryout Nasional diikuti Mahasiswa seluruh Indonesia

Fakultas ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Malang menggelar Try out Nasional yang bertujuan agar Mahasiswa bisa mempunyai kompetensi dalam bidang ilmunya. 

TIMES Indonesia,
FIKES Menggelar Tryout Nasional diikuti Mahasiswa seluruh Indonesia
Suasana Tryout online secara Nasional yang digelar oleh FIKES Universitas Brawijaya Malang. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Malang menggelar Try Out Ujian Kompetensi Nasional yang bertujuan mengevaluasi kompetensi mahasiswa dalam bidang ilmunya. 

Prof. Dr. Ns. I Made Kariasa, S.Kp., M.M., M.Kep., Sp.Kep.MB.,Guru Besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menyampaikan bahwa tujuan try out ujian kompetensi nasional adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam memahami mekanisme proses ujian kompetensi itu sendiri. “Bagaimana proses diselenggarakan try out, maka persis sama seperti tata laksana ujian  kompetensi sesungguhnya”, imbuhnya. Hal ini untuk mempersiapkan pola, situasi dan menurunkan kecemasan saat ujian kompetensi nasional.

Advertisement

“Dalam proses try out ujian kompetensi nasional, mahasiswa akan belajar pola-pola soal. Kedua, melihat situasi untuk ujian sesungguhnya, kemudian yang ketiga, tentu peserta bisa mengurangi kecemasan”, jelas Prof. Made, panggilan akrab beliau.

Pria yang menjabat sebagai Head of the Faculty Senate (Ketua Senat Akademik Fakultas) FIK UI pun menambahkan, saat ini bersama staf IT LPUK Nakes sedang berada di ruang Computer based Test (CBT) FIKES UB sedang mempersiapkan pelaksanaan try out yang akan diselenggarakan tanggal 7-8 Februari 2026 mulai dari H -1 sampai dengan hari H.

Prof Made juga menjelaskan jika proses pelaksanaan try out mengajarkan kepada mahasiswa, calon tenaga kesehatan tentang sistem model pembelajaran. “Jadi kalau mereka (mahasiswa - red) hari ini nggak ikut, maka besok juga gak bisa ikut ujiannya, polanya begitu. Kenapa demikian karena kita mengajarkan model sistem, begitu juga nanti saat ujian uji kompetensi, kalau hari ini dia nggak bisa ikut briefing berarti besoknya juga nggak bisa. Try out ini membiasakan perilaku gitu jangan sampai nanti dihukumnya dia berlaku seenaknya dan merugikan mereka gitu”, tegas yang pakar praktisi keperawatan bidang Spesialis Keperawatan Medikal Bedah (KMB) Peminatan Keperawatan Neurologi (Neurology Nursing).

Peserta try out ujian kompetensi nasional akan mendapatkan briefing ulang saat ujian sesungguhnya. Namun, try out ini mirip sekali dengan ujian kompetensi nasional , namun bedanya jika try out bersifat sukarela, sedangkan ujian kompetensi nasional sifatnya mandatory. Ujian kompetensi nasional namanya exam ya, jadi kalau dia tidak lulus di kompetensi maka anak-anak itu tidak bisa diangkat sumpah, dilakukan pelantikan wisuda dari pendidikan, walaupun dia sudah menyelesaikan seluruh proses yang ada di Pendidikan”, demikian tambahan penjelasan wakil ketua Lembaga Pengembangan Ujian Kompetensi Tenaga Kesehatan (LPUK-Nakes) Indonesia.

Tryout ini sebagai prosesi yang bertujuan kemudian untuk mendidik mahasiswa untuk dapat menjalankan tugas sebagai profesi tenaga kesehatan yang siap, handal dan kompeten. Persiapan tryout akan diawali dengan memberikan briefing pada pengawas lokalnya kemudian juga untuk para tenaga administrasi dan para staf IT di dalam ruangan . Tryout secara online lebih mudah untuk dilakukan, apalgi saat situasi COVID beberapa waktu lalu, dan untuk kepentingan efisiensi.

Advertisement

Try out online dan CBT Center di berbagai daerah lebih memudahkan peserta, karena jika tidak, peserta itu harus datang dari berbagai daerah untuk berbondong-bondong ke satu lokasi misalnya di FIKES UB.

“Jika ke sini (Malang), maka dia harus menginap, kan ke mana-mana gitu berarti kan biaya besar, pusat CBT di beberapa daerah sangat membantu mahasiswa" ungkapnya. Fasilitas sudah disediakan material kemudian diambil, install, kemudian dilakukan uji coba dengan para PL menjadi seolah menjadi peserta yang masuk dan mengikuti try out dan ujian kompetensi nasional.

Saat ini, komponen peserta try out pada hari Sabtu dan Minggu ini, diikuti oleh mahasiswa semester 6 pada program studi D3 perawat, juga ada yang semester 8 dari program studi D4 perawat (sarjana terapan), dan dari empat profesi lain. Dengan 6 Prodi total peserta 35.229 seluruh Indonesia di 183 tempat dari seluruh provinsi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

D
PenulisDewi Purnama Sari Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia