Advertisement
Indonesia Positif

Homecare, Strategi Bupati Banyuwangi Pastikan Lansia Sakit Mendapatkan Perawatan Optimal

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandan mengetuk pintu rumah warga untuk memastikan satu hal yang tidak boleh ada lansia sakit.

TIMES Indonesia,
Homecare, Strategi Bupati Banyuwangi Pastikan Lansia Sakit Mendapatkan Perawatan Optimal
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat menjenguk Mbak Fatimah di kediamannya Kalibaru. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Di tengah khidmatnya suasana Ramadan, langkah Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, tak berhenti di pendopo. Orang nomor satu di Bumi Blambangan ini memilih turun ke gang-gang sempit, mengetuk pintu rumah warga untuk memastikan satu hal yang tidak boleh ada lansia sakit yang luput dari perhatian medis, Kamis, (26/2/2026). 

Langkah ini merupakan bagian dari penguatan strategi homecare melalui program ‘Jemput Bola Rawat Warga’. Sebuah inisiatif yang dirancang khusus bagi warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat dengan keterbatasan mobilitas yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.

Advertisement

Salah satu yang dikunjungi adalah kediaman Mbah Fatimah, warga Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru. Perempuan 75 tahun itu telah mengalami stroke sejak 2020 dan kini tinggal bersama putrinya yang merupakan penyandang disabilitas.

"Ibu bagaimana keadaannya, sudah dapat obat dari puskesmas?" tanya Ipuk kepada Mbah Fatimah. 

Kepada Bupati Banyuwangi, Fatimah mengaku sering mengeluhkan nyeri kaki saat malam hari. Namun, dia merasa tenang karena tim medis dari puskesmas setempat rutin menyambangi kediamannya dua kali dalam sepekan untuk pemeriksaan dan pemberian obat.

Kebahagiaan Mbah Fatimah kian lengkap saat Bupati Ipuk menyerahkan bantuan kursi roda permanen. Sebelumnya, untuk sekadar berjemur atau berpindah tempat, dia harus meminjam kursi roda milik tetangga. 

"Alhamdulillah, Bu. Sekarang sudah mendapat bantuan kursi roda, jadi tidak perlu pinjam lagi karena ini sudah menjadi milik Ibu," ujar Ipuk.

Advertisement

Tak hanya fokus pada kesehatan fisik, Ipuk juga memberikan apresiasi tinggi kepada Isya, putri Mbah Fatimah. Meski menyandang disabilitas, Isya tetap produktif menjadi tulang punggung keluarga dengan memproduksi keripik tempe dan aneka kue kering, terutama menjelang pesanan Idul Fitri.

"Alhamdulillah, tetap semangat dan mandiri. Ini luar biasa," puji Ipuk.

Untuk diketahui, program jemput bola ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Data Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencatat tak kurang 9.000 kunjungan tenaga kesehatan ke rumah warga setiap tahunnya.

"Layanan kesehatan terus kami dorong. Kami mengintensifkan pelayanan keliling agar warga tetap terlayani tanpa harus meninggalkan rumah,” ungkap Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia