Advertisement
Indonesia Positif

Geopolitik Memanas, Anggota DPR Bambang Haryo Ajak Jaga Persatuan Nasional

Dinamika konflik geopolitik global yang kian tidak menentu memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap stabilitas dalam negeri.

TIMES Indonesia,
Geopolitik Memanas, Anggota DPR Bambang Haryo Ajak Jaga Persatuan Nasional
Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono yang juga merupakan Anggota MPR saat acara sosialisasi empat pilar di Surabaya, Kamis (5/3/2026).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SURABAYA Dinamika konflik geopolitik global yang kian tidak menentu memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap stabilitas dalam negeri.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional agar Indonesia tidak terombang-ambing oleh provokasi internasional.

Advertisement

​Dalam agenda sosialisasi empat pilar kebangsaan di Surabaya, ia mengingatkan bahwa kekuatan utama bangsa Indonesia terletak pada kekompakan rakyatnya.

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap langkah strategis pemerintah menjadi kunci utama dalam menavigasi kedaulatan negara di tengah ketidakpastian.

​“Kita jangan terbawa provokasi dari kondisi yang ada saat ini. Kita harus lebih kompak dan lebih bersatu dalam mendukung apa yang dilakukan pemerintah,” tegas Bambang Haryo di hadapan konstituennya, Kamis (5/3/2026).

​Ketua Kelompok Fraksi Komisi VII DPR RI ini juga berharap Indonesia tetap konsisten menjaga sikap netral. Baginya, prioritas utama adalah melindungi masyarakat dari dampak ekonomi maupun keamanan yang mungkin timbul akibat pergeseran kekuatan dunia.

​Senada dengan pandangan tersebut, akademisi dari FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, DR. Darsono MSi, menilai bahwa penguatan internal bangsa adalah harga mati.

Ia menyoroti bagaimana arus informasi digital yang masif dapat menjadi celah bagi penetrasi budaya asing yang berpotensi melunturkan ideologi bangsa.

Advertisement

​Darsono berpendapat bahwa sosialisasi nilai-nilai kebangsaan bukan sekadar seremonial, melainkan instrumen vital untuk memperkokoh fondasi bernegara.

​“Di tengah situasi geopolitik global saat ini, penguatan internal bangsa kita menjadi sangat penting. Penetrasi budaya digital menuntut adanya upaya berkelanjutan dalam memperkuat pemahaman ideologi dan kultur kita,” ungkap Darsono.

​Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah yang fokus pada kepentingan nasional dan pemahaman masyarakat yang matang akan nilai Pancasila, Indonesia diyakini mampu mempertahankan posisinya di kancah global sekaligus menjamin keamanan di tingkat domestik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia