Kisah Pak Toli, Kader Posyandu Desa Sumberjeruk yang Mengabdi Lebih dari Tiga Dekade
Di usia yang telah menginjak 62 tahun, semangat pengabdian pak Toli bagi masyarakat Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat tidak menunjukkan tanda-tanda meredup.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JEMBER –
Di usia yang telah menginjak 62 tahun, semangat pengabdian pak Toli bagi masyarakat Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat tidak menunjukkan tanda-tanda meredup.
Meski secara administratif telah memasuki masa pensiun dari jabatannya sebagai staf urusan keuangan desa pada tahun 2024, sosok yang akrab disapa Pak Toli ini tetap aktif menjalankan perannya sebagai kader Posyandu.
Perjalanan pengabdian Pak Toli dimulai jauh pada tahun 1989, saat ia pertama kali menjabat sebagai perangkat desa.
Sejak saat itu, ia terlibat aktif dalam menggerakkan masyarakat melalui program-program kesehatan di Posyandu.
Menariknya, Pak Toli mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun pertama masa baktinya, ia bekerja secara sukarela tanpa menerima gaji.
"Mulai tahun '89 itu saya belum ada gajinya. Saya dipertahankan terus, alhamdulillah sekarang sudah ada insentif sekitar 300 ribu per bulan. Pertama kali digaji itu sekitar tahun 2000, mulainya dari 50 ribu Rupiah," kenang Pak Toli dengan nada syukur, Senin (9/3/2026).
Keputusan Pak Toli untuk tetap aktif meski sudah memasuki usia senja didasari oleh dua hal utama: panggilan jiwa untuk beribadah dan permintaan langsung dari pimpinan desa.
"Pertama, saya ingin mencari pahala. Kapan pun dibutuhkan, saya tetap jalan. Kedua, pak kepala desa sendiri yang meminta agar saya jangan pensiun dulu dari kader. Tenaga dan ilmu saya untuk menggerakkan masyarakat masih sangat dibutuhkan di sini," tambahnya.
Sebagai sosok senior, Pak Toli kini memegang peran krusial sebagai pembina bagi kader-kader muda di Desa Sukorno.
Ia berharap pengalaman yang dimilikinya selama lebih dari 30 tahun dapat diturunkan kepada generasi penerus agar program kesehatan masyarakat di desa tersebut tetap berjalan optimal.
Ini menjadi bukti nyata bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkontribusi bagi kemajuan desa.
Baginya, kebahagiaan sejati terletak pada kemampuannya untuk tetap bermanfaat bagi orang lain dan memastikan tongkat estafet pengabdian di Desa sumberjeruk terus berlanjut.
Desa Sumberjeruk merupakan desa yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui program-program kesehatan dasar seperti Posyandu, yang mengedepankan kolaborasi antara perangkat desa senior dan kader-kader muda untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan harmonis. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


