Advertisement
Indonesia Positif

PMMBN Jatim 1 Inisiasi Program SAPA AKAR BANGSA, Perkuat Moderasi Beragama dan Bela Negara

PMMBN Jatim 1 berharap mahasiswa dapat berperan lebih aktif dalam membangun ruang dialog yang konstruktif sekaligus memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

TIMES Indonesia,
PMMBN Jatim 1 Inisiasi Program SAPA AKAR BANGSA, Perkuat Moderasi Beragama dan Bela Negara
PMMBN saat melakukan audiensi dan kolaborasi bersama DPRD Jatim, workshop dan musyawarah persiapan Sapa Akar Bangsa Jawa Timur 2026. (Foto: PMMBN).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Lamongan Pimpinan Wilayah Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PW PMMBN) Jawa Timur 1 menginisiasi program SAPA AKAR BANGSA (Serapan Afirmasi Moderasi Beragama dan Bela Negara) sebagai upaya memperkuat moderasi beragama dan kesadaran bela negara di kalangan generasi muda.

Program tersebut rencananya akan digelar di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan pada 6 April 2026 dengan melibatkan mahasiswa, akademisi, serta berbagai unsur pemangku kepentingan di Jawa Timur.

Advertisement

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog kebangsaan yang mempertemukan berbagai perspektif untuk membahas tantangan sosial di era digital, khususnya terkait penyebaran disinformasi, polarisasi masyarakat, serta munculnya paham intoleran di ruang publik.

Ketua PW PMMBN Jawa Timur 1, Cindi Romantika, mengatakan bahwa program SAPA AKAR BANGSA merupakan inisiatif organisasi mahasiswa untuk mendorong peran generasi muda dalam menjaga harmoni sosial dan keutuhan bangsa.

PMMBN Jatimas

“SAPA AKAR BANGSA adalah upaya kami untuk memperkuat peran mahasiswa dalam membumikan nilai moderasi beragama dan semangat bela negara, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” ujar Cindi.

Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya muncul dalam bentuk konflik terbuka, tetapi juga berkembang melalui ruang digital yang sering kali memunculkan polarisasi dan penyebaran informasi yang tidak akurat.

Advertisement

“Karena itu mahasiswa perlu dibekali kemampuan literasi digital, kemampuan membaca dinamika sosial, serta keterampilan berdialog agar mampu menjadi agen pencegahan konflik di masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut PMMBN Jatim 1 ingin membangun kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, serta berbagai komunitas masyarakat dalam memperkuat nilai kebangsaan di tingkat lokal.

“Harapannya kegiatan ini dapat menjadi ruang bersama untuk merumuskan langkah konkret dalam menjaga kerukunan sosial dan memperkuat ketahanan ideologis masyarakat,” tambahnya.

PMMBN Jatim

Dalam pelaksanaannya, program SAPA AKAR BANGSA akan menghadirkan beberapa agenda diskusi dan penguatan kapasitas bagi peserta.

Salah satunya melalui National Sovereignty Talkshow yang menghadirkan tokoh nasional dan praktisi untuk membahas tantangan radikalisme serta penyebaran disinformasi di era digital.

Selain itu, kegiatan ini juga akan diisi dengan Technical Workshop of Moderation yang berfokus pada peningkatan kapasitas mahasiswa dalam literasi digital, teknik verifikasi informasi, serta pendekatan dialog dalam penyelesaian konflik sosial.

Agenda lain yang akan digelar adalah Social Affirmation Forum, yaitu forum diskusi kelompok yang bertujuan merumuskan rencana aksi bersama untuk penguatan moderasi beragama di berbagai daerah di Jawa Timur.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PMMBN Jatim 1 berharap mahasiswa dapat berperan lebih aktif dalam membangun ruang dialog yang konstruktif sekaligus memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia