Revitalisasi Masjid Agung Bandung: dari Simbol Sejarah hingga Pusat Ekonomi Syariah
Masjid Agung Bandung merupakan masjid yang menjadi ikon bersejarah yang dimiliki warga Bandung
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANDUNG – Masjid Agung Bandung merupakan masjid yang menjadi ikon bersejarah yang dimiliki warga Bandung.
Kehadiran wakil pimpinan gubernur dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Erwan Setiawan bersama sejumlah pemangku kepentingan mendorong revitalisasi fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi umat.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan pentingnya mengembalikan jati diri Masjid Agung Bandung sebagai simbol sejarah dan budaya. Ia mengingatkan bahwa masjid yang dibangun sejak 1810 itu memiliki ciri khas arsitektur “Bale Nyungcung” yang kini sudah tidak lagi terlihat,
“Ke depan, kami ingin Bale Nyungcung itu bisa dibangun kembali sebagai simbol Masjid Agung Bandung. Ini bagian dari upaya mengembalikan identitas sejarahnya,” ujar Erwan usai meninjau kawasan masjid.
Ia juga menekankan pentingnya memakmurkan masjid dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, khususnya generasi muda. Menurutnya, masjid harus menjadi ruang hidup yang aktif dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pengajian hingga aktivitas sosial, Sabtu (04/04/2026).
Selain itu, Erwan akan berkomunikasi dengan Walikota Bandung untuk membicarakan peluang penataan kawasan sekitar, termasuk membuka akses taman di depan alun-alun agar masjid semakin ramai dan menjadi pusat interaksi masyarakat. “Kami akan berdiskusi dengan Wali Kota Bandung agar kawasan ini lebih hidup dan semarak,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Staf Kodam III/Siliwangi, Brigjen TNI Dr. Agus Bhakti, S.I.P., M.I.P., M.Han.
Ia menilai Masjid Agung Bandung memiliki nilai historis dan emosional bagi warga, termasuk dirinya yang tumbuh besar di kota tersebut.
Namun, ia mengakui masih ada sejumlah bagian masjid yang memerlukan perbaikan. “Ada beberapa titik yang perlu direnovasi agar jamaah bisa beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk,” ujar Agus.
Ia mengajak masyarakat Bandung juga Jawa Barat untuk kembali menjadikan masjid sebagai pusat spiritual. “Ini masjid kebanggaan kita. Mari kita manfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Nadzir Masjid Agung Bandung, Roedy Wiranatakusumah,SH.,MH.,MBA, memaparkan visi yang lebih luas.
Ia ingin menjadikan Masjid Agung Bandung sebagai “hub” atau pusat unggulan, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga ekonomi syariah.
Menurut Roedy, masjid memiliki potensi besar untuk mendorong literasi dan praktik ekonomi syariah di tengah masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah menghadirkan program pelatihan dan workshop yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor perbankan dan pasar modal.
“Kami ingin masjid ini menjadi centre for excellence. Tidak hanya memakmurkan dari sisi ibadah, tapi juga pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rencana pembukaan galeri investasi berbasis syariah, termasuk sukuk dan saham, yang dapat diakses masyarakat luas.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi syariah sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam aktivitas ekonomi.
Dengan jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai lebih dari 50 juta jiwa lebih, Roedy optimistis potensi ekonomi syariah dapat berkembang pesat jika didukung ekosistem yang tepat.
“Masjid bisa menjadi pintu masuk edukasi ekonomi. Masyarakat setiap hari bertransaksi, jadi tidak ada salahnya mereka juga memahami dan terlibat dalam ekonomi syariah,” kata dia.
Upaya revitalisasi Masjid Agung Bandung ini diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali nilai sejarah dan spiritual, tetapi juga menjadikannya pusat peradaban baru yang relevan dengan kebutuhan zaman. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

