Bupati Fawait: RT, RW, dan Kader Posyandu Adalah Ujung Tombak, Kesejahteraan Mereka Harga Mati
Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti kegiatan rangkaian Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) yang dihadiri oleh ribuan elemen masyarakat Jember.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JEMBER –
Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti kegiatan rangkaian Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) yang dihadiri oleh ribuan elemen masyarakat Jember.
Hal ini diawali di Balai Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari pada Senin (6/4/2026) sore.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan menyatakan bahwa struktur pemerintahan Kabupaten Jember tidak akan berjalan maksimal tanpa dedikasi dari para Ketua RT, RW, dan Kader Posyandu.
Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk membawa perubahan nyata pada tingkat kesejahteraan mereka.
Fawait menekankan bahwa era kepemimpinan ke depan haruslah inklusif.
Ia tidak ingin melihat adanya jarak yang terlalu lebar antara pengambil kebijakan dengan rakyat jelata.
"Saya ingin yang bertemu dengan bupati, yang bertemu dengan Ketua DPRD, bukan cuma elit saja, tapi rakyat punya hak yang sama untuk bertemu dan didengarkan," tegas Fawait.
Menurutnya, selama ini aspirasi seringkali didominasi oleh kelompok tertentu, sementara mereka yang bekerja siang malam di desa-desa justru jarang mendapat panggung.
"Melalui program Bunga Desaku, kami ingin memastikan setiap keluhan dan saran dari bawah langsung sampai ke telinga pemerintah," ungkap Fawait.
Salah satu poin paling krusial dalam pidatonya adalah rencana kenaikan honorarium.
Fawait mengakui bahwa beban kerja RT, RW, dan Kader Posyandu sangat berat, namun apresiasi finansial yang diterima seringkali masih minim.
"Bersama jajaran DPRD, khususnya Ketua Gerindra Jember Ahmad Halim, Gus Fawait berjanji akan mengawal kenaikan honor bagi RT/RW dan Kader Posyandu," bebernya.
Ia mengapresiasi bahwa saat ini jajaran RT/RW dan kader telah mulai ter-cover oleh BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja.
Fawait secara khusus meminta kepada pimpinan DPRD agar pada akhir tahun ini, seluruh Kader Posyandu diberikan seragam baru untuk menunjang identitas dan semangat kerja mereka.
"Masa depan masyarakat, di mana anak-anak mereka diharapkan bisa mendapatkan akses pendidikan hingga jenjang kuliah melalui tunjangan pemerintah," tambahnya.
Bertepatan dengan momentum Idulfitri, Fawait juga menggunakan kesempatan ini untuk melakukan rekonsiliasi sosial.
Ia menyampaikan permohonan maaf yang tulus jika masih ada kekurangan dalam pelayanan pemerintah, termasuk isu keterlambatan insentif yang sempat terjadi.
"Dosa kepada Allah bisa ditebus dengan puasa dan taubat, tapi dosa kepada manusia harus diselesaikan dengan saling memaafkan. Jika kemarin ada keterlambatan gaji RT/RW atau telatnya insentif kader, atas nama pemerintah kami memohon maaf lahir dan batin," ucapnya dengan rendah hati.
Di akhir orasinya, Fawait mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu.
Kehadiran jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dalam acara tersebut dianggap sebagai simbol bahwa pemerintah hadir dan siap melayani, bukan untuk dilayani.
Dengan semangat kebersamaan dan janji kesejahteraan yang nyata.
"Kami optimis Jember akan menjadi kabupaten yang lebih sejahtera, di mana kemakmurannya dimulai dari tingkat RT dan RW," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


