Advertisement
Indonesia Positif

Bertemu Bupati Jember, Petani Minta Pemerintah Sediakan Pupuk Organik

Sektor pertanian di Kabupaten Jember kembali menjadi sorotan utama dalam sebuah dialog hangat antara pemerintah daerah dan masyarakat akar rumput.

TIMES Indonesia,
Bertemu Bupati Jember, Petani Minta Pemerintah Sediakan Pupuk Organik
Bupati Jember Muhammad Fawait saat berdialog dengan perwakilan salah satu kelompok tani di kecamatan mumbulsari. (FOTO: M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER

Sektor pertanian di Kabupaten Jember kembali menjadi sorotan utama dalam sebuah dialog hangat antara pemerintah daerah dan masyarakat akar rumput.

Advertisement

Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung dalam rangkaian Bunga Desaku di Balai Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Selasa (7/4/2026).

Abdul Qadir, perwakilan vokal dari Kelompok Tani Mumbulsari, menyampaikan aspirasi mendalam kepada Bupati Jember Muhammad Fawait.​

Dialog ini bukan sekadar diskusi formal, melainkan ruang bagi petani untuk menumpahkan keresahan terkait kondisi tanah hingga infrastruktur desa yang kian memprihatinkan.

​Abdul Qadir mengawali aspirasinya dengan menyoroti peran penting perangkat lingkungan.

Ia mengusulkan adanya insentif khusus bagi RT dan RW sebagai garda terdepan pelayanan publik di tingkat desa.

Advertisement

​Namun, fokus utama Abdul Qadir tertuju pada kelestarian alam dan produktivitas lahan.

Ia mendesak pemerintah untuk kembali memprioritaskan penggunaan pupuk organik.

​"Pupuk organik ini sangat dibutuhkan. Kondisi tanah kita sekarang sudah mulai asam (rusak). Dengan organik, lingkungan jadi lebih bersih dan kesehatan tanah terjaga," ungkap Abdul Qadir dengan tegas.

​Langkah ini dinilai sejalan dengan gerakan Jember Bersholawat yang mengedepankan kebersihan sebagai bagian dari iman (An-nadhafatu minal iman).

​Selain masalah pupuk, Abdul Qadir juga melaporkan kondisi Jalan Usaha Tani (JUT) yang memprihatinkan di wilayahnya.

Ia mengungkapkan fenomena unik sekaligus miris di mana jalan-jalan tani kian menyempit bukan karena alam, melainkan karena terkikis oleh aktivitas perluasan lahan secara mandiri oleh masyarakat.

​"Awalnya jalan mungkin lebar 10 meter, tapi lama-lama terkikis sedikit demi sedikit. Kalau ini tidak segera diperbaiki dan dicek, distribusi hasil panen akan sulit, apalagi saat musim hujan," jelasnya.

Perbaikan JUT dianggap sebagai kunci utama agar generasi muda tetap memiliki semangat untuk terjun ke dunia pertanian.

​Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Muhammad Fawait menegaskan bahwa masukan mengenai pupuk organik dan infrastruktur jalan tani akan menjadi catatan penting dalam perumusan kebijakan ke depan.

Dia berkomitmen untuk memastikan sinergi antara pemerintah kabupaten dan para petani tetap kokoh demi menjaga Jember sebagai salah satu lumbung pangan utama.

​Di akhir sesi, Abdul Qadir menekankan bahwa dukungan pemerintah adalah harga mati.

Ia berharap visi besar pemerintah untuk menyejahterakan petani tidak berhenti di atas kertas, melainkan mendarat nyata di sawah-sawah warga.

​"Kalau visi-misi bagus tapi tidak didukung penuh oleh pemerintah, hasilnya akan timpang," tutupnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia