Warga Desa Suco Apresiasi Inovasi Jemput Bola Admindukcapil di Program Bunga Desaku
Senyum sumringah terpancar dari wajah Lisa, warga Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JEMBER – Senyum sumringah terpancar dari wajah Lisa, warga Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari.
Di tangannya, selembar dokumen kependudukan yang baru saja dicetak tampak masih rapi.
Bagi Lisa dan ratusan warga Desa Suco lainnya, kehadiran layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) dalam rangkaian program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desaku) bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan solusi nyata atas hambatan jarak dan waktu yang selama ini mereka alami.
Selama ini, urusan administrasi seringkali identik dengan perjalanan jauh ke pusat kota atau kantor kecamatan yang memakan waktu.
Namun, melalui program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember memboyong seluruh dapur pelayanannya.
Lisa mengaku sangat terkesan dengan efisiensi layanan yang diberikan.
Ia menceritakan bagaimana proses yang selama ini ia bayangkan rumit, ternyata bisa diselesaikan dalam hitungan menit.
"Jujur saja, awalnya saya pikir bakal antre panjang dan ribet. Tapi ternyata luar biasa cepat. Petugasnya sangat membantu mengarahkan. Saya tadi mengurus pembaruan KK dan KTP, prosesnya sangat mudah dan yang paling penting: gratis tanpa pungutan sepeser pun," ungkap Lisa dengan nada antusias, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, layanan jemput bola seperti ini sangat menyentuh kebutuhan masyarakat kecil.
"Kami tidak perlu lagi keluar ongkos bensin atau izin kerja seharian hanya untuk ke kota. Cukup datang ke sini, semua beres," tambahnya.
Kepala Dispendukcapil Jember Bambang Saputra, yang hadir langsung di lokasi untuk memantau alur pelayanan, menegaskan bahwa prinsip utama mereka adalah "Wes Wayahe" masyarakat Jember mendapatkan layanan yang membahagiakan.
"Tujuan kami hadir di Desa Suco dalam rangkaian Bunga Desaku ini adalah untuk meruntuhkan sekat birokrasi. Kami tidak ingin masyarakat menunggu, kamilah yang harus menjemput bola," tegas Bambang.
Bambang menjelaskan bahwa dalam satu hari operasional di Desa Suco, timnya melayani berbagai kebutuhan dokumen, mulai dari Perekaman dan Cetak KTP-el, Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), Pembaruan Kartu Keluarga (KK), Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), dan Pencatatan Akta Kelahiran dan Kematian.
"Kami membawa peralatan lengkap dan personel yang siap bekerja cepat. Target kami adalah One Day Service—masyarakat datang membawa persyaratan, pulang membawa dokumen yang sudah jadi," imbuh Bambang.
Selain layanan fisik, dia juga menyoroti pentingnya edukasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) kepada warga Mumbulsari.
Meskipun berada di tingkat desa, antusiasme warga untuk bermigrasi ke KTP Digital cukup tinggi.
“Ini adalah langkah besar menuju digitalisasi. Dengan IKD, warga seperti Ibu Lisa nantinya tidak perlu khawatir jika kartu fisiknya tertinggal, karena semua sudah ada di dalam smartphone. Kami ingin warga Desa Suco melek teknologi dan merasakan kemudahan transformasi digital ini,” jelasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


