Dulu Lantai Tanah dan Atap Bocor, Ibu Sumiyati Kini Menghuni Rumah Layak Berkat Bantuan Pemkab Jember
Bagi Ibu Sumiyati (38), warga Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, hujan kini bukan lagi menjadi ancaman yang menakutkan.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JEMBER – Bagi Ibu Sumiyati (38), warga Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, hujan kini bukan lagi menjadi ancaman yang menakutkan.
Jika dahulu tetesan air hujan seringkali menembus atap rumahnya yang rapuh, kini ia bisa tidur dengan tenang di bawah atap yang kokoh dan lantai yang sudah mengkilap.
Sumiyati merupakan salah satu penerima manfaat dari program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Jember.
Program ini menyasar warga yang tinggal dalam hunian yang tidak memenuhi standar kesehatan dan kenyamanan, seperti yang dialami Sumiyati sebelumnya.
Sebelum mendapatkan renovasi, kondisi kediaman keluarga Sumiyati jauh dari kata layak.
Sebagai pekerja serabutan yang harus menghidupi empat anggota keluarga, memperbaiki rumah secara mandiri adalah impian yang sulit dijangkau.
"Dulu atapnya bocor, sekarang sudah tidak. Dulu juga belum keramik, masih lantai tanah," kenang Sumiyati saat menceritakan kembali pahitnya tinggal di rumah lama, Selasa (7/4/2026).
Ketiadaan fasilitas sanitasi atau Mandi, Cuci, Kakus (MCK) juga menjadi beban tersendiri selama bertahun-tahun.
Untuk kebutuhan sehari-hari, Sumiyati dan keluarganya terpaksa harus menumpang di rumah tetangga atau kerabat.
Melalui bantuan tersebut, rumah Sumiyati kini bertransformasi total.
Tidak ada lagi debu dari lantai tanah atau ember-ember yang diletakkan di ruang tamu saat hujan turun.
Yang paling ia syukuri adalah keberadaan kamar mandi pribadi yang kini sudah tersedia di dalam rumahnya.
"Perasaannya ya alhamdulillah senang. Sekarang sudah ada (kamar mandi), dulu kalau mandi ya numpang," ungkapnya dengan nada penuh syukur.
Keberhasilan renovasi ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Sumiyati pun tak kuasa menyembunyikan rasa bahagianya dan menyampaikan pesan khusus kepada pimpinan daerah.
"Saya sampaikan terima kasih banyak kepada gus bupati atas bantuan ini," tutup Sumiyati.
Kini, dengan rumah yang bersih, sehat, dan nyaman, Sumiyati dan keluarganya dapat menatap masa depan dengan lebih optimistis.
Transformasi rumah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pemberian martabat dan harapan baru bagi keluarga di Desa Suco. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


