Advertisement
Indonesia Positif

Pemkab Jember Targetkan Optimalisasi Lahan hingga 8.000 Hektare

Bupati Muhammad Fawait mengatakan bahwa sektor pertanian tidak lagi hanya menjadi pelengkap pembangunan, melainkan motor utama penggerak ekonomi daerah.

TIMES Indonesia,
Pemkab Jember Targetkan Optimalisasi Lahan hingga 8.000 Hektare
Bupati Jember Muhammad Fawait saat berdialog bersama perwakilan kelompok tani di kecamatan mumbulsari. (FOTO: M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER Bupati Muhammad Fawait mengatakan bahwa sektor pertanian tidak lagi hanya menjadi pelengkap pembangunan, melainkan motor utama penggerak ekonomi daerah.

Hal ini disampaikan pada Rangkaian Bunga Desaku yang berlangsung di Balai Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Selasa (7/4/2026).

Advertisement

Dia menuturkan, anggaran 2025 akan menjadi tonggak sejarah dengan alokasi dana pertanian terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah Kabupaten Jember.

"Kami tidak main-main. Anggaran 2025 yang merupakan kolaborasi masif antara APBD dan APBN adalah yang terbesar sepanjang sejarah Jember. Ini adalah komitmen nyata, bukan sekadar janji di atas kertas. Bahkan, kami sudah merancang peningkatan yang lebih signifikan lagi untuk tahun 2026," tegas Fawait.

Salah satu pilar utama dalam strategi besar ini adalah program Optimalisasi Lahan (Opla).

Program ini dirancang untuk mengubah wajah lahan pertanian di Jember agar lebih produktif dengan peningkatan indeks pertanaman

"Target luasan Opla melonjak tajam dari yang sebelumnya hanya berkisar di angka 4.000–5.000 hektare, kini dipacu hingga mencapai 7.000 hingga 8.000 hektare dan guna mendukung perluasan tersebut, Pemkab Jember secara agresif mendistribusikan bantuan mesin pompa air (Irpom) dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) terbaru untuk memastikan efisiensi kerja petani di lapangan," ungkap Fawait.

Advertisement

Menanggapi isu klasik kelangkaan pupuk subsidi, Fawait membawa solusi visioner dengan mendorong kemandirian melalui Pupuk Organik Mandiri.

Dia menginginkan kelompok tani tidak lagi menjadi konsumen pasif, tetapi menjadi produsen aktif.

"Kami ingin kelompok tani berdaya. Pemkab Jember memberikan ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri. Ini bukan hanya soal kesuburan tanah, tapi soal menciptakan nilai ekonomi tambah bagi petani kita agar mereka lebih sejahtera dan mandiri," jelasnya.

Menyadari besarnya anggaran yang dikucurkan, Fawait menjamin bahwa setiap rupiah dan setiap alat bantuan akan sampai ke tangan yang tepat.

Ia menginstruksikan pengawalan ketat pada setiap tahapan program untuk meminimalisir penyimpangan.

"Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi. Ini adalah uang rakyat, untuk kepentingan petani. Kami akan pastikan program Opla dan bantuan Alsintan ini berdampak langsung pada isi dompet para petani Jember," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia