Advertisement
Indonesia Positif

Tes Urine hingga Razia Gabungan, Lapas Malang Perang Lawan Narkoba

Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 dimanfaatkan Lapas Kelas I Malang untuk menunjukkan sikap tegas terhadap ancaman narkoba dan barang terlarang.

TIMES Indonesia,
Tes Urine hingga Razia Gabungan, Lapas Malang Perang Lawan Narkoba
Razia dan tes urine yang digelar oleh Lapas Malang. (FOTO: Lapas Malang/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Malang Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 dimanfaatkan Lapas Kelas I Malang untuk menunjukkan sikap tegas terhadap ancaman narkoba dan barang terlarang. Tak hanya menggelar tes urine massal bagi petugas, razia gabungan bersama aparat penegak hukum juga digelar di hari yang sama.

Sejak pagi hingga sore, sebanyak 105 petugas Lapas Malang, mulai dari staf, petugas pengamanan hingga calon ASN Pemasyarakatan, menjalani tes urine yang dipusatkan di Aula Museum Pendjara Lowokwaroe. Kegiatan ini turut melibatkan 30 petugas dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Malang.

Advertisement

Pelaksanaan tes urine dilakukan oleh tim perawatan bersama tenaga kesehatan Klinik Lapas Malang dengan pengawasan langsung pejabat struktural. Kepala Bapas Malang, Karto Raharjo, juga ikut ambil bagian dalam pemeriksaan tersebut.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji mengatakan, langkah ini merupakan bentuk deteksi dini sekaligus komitmen menjaga integritas jajaran pemasyarakatan.

“Tes urine ini menjadi upaya konkret memastikan seluruh petugas tetap bersih dari narkoba. Kami berkomitmen menjaga Lapas Malang zero halinar serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan profesional,” ujar Teguh, Selasa (7/4/2026).

Razia dan tes urine - 1

Tak berhenti di situ, pada malam harinya, Lapas Malang langsung tancap gas dengan menggelar razia gabungan yang melibatkan unsur TNI dan Polri. Personel dari Koramil Blimbing, Polresta Malang Kota, hingga Brimob Pelopor B diterjunkan dalam operasi tersebut.

Advertisement

Razia diawali dengan apel pasukan yang dipimpin langsung oleh Teguh Pamuji sebagai bentuk konsolidasi dan penguatan kesiapan personel. Seluruh petugas, termasuk calon ASN dan aparat lintas instansi, diterjunkan dalam operasi tersebut.

Dalam arahannya, Teguh menegaskan bahwa razia bukan sekadar agenda seremonial HBP, melainkan langkah strategis yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Razia gabungan ini adalah komitmen nyata kami menjaga Lapas tetap zero halinar. Saya minta seluruh personel bertindak tegas, cermat, namun tetap humanis,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas menyisir tujuh kamar hunian yang dipilih secara acak dari beberapa blok. Proses penggeledahan berlangsung tertib dan sistematis sesuai prosedur.

Langkah ganda berupa tes urine dan razia ini menjadi sinyal kuat bahwa Lapas Malang tidak memberi ruang bagi penyalahgunaan narkoba maupun peredaran barang terlarang di dalam lapas.

“Ke depan, kegiatan serupa dipastikan akan terus digelar secara berkala, tidak hanya pada momentum peringatan, sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia