Usai Edaran Hemat BBM, Wali Kota Probolinggo Bersepeda ke Demplot
Surat Edaran Wali Kota Probolinggo Nomor 100.3.4.3/189/425.001/2026 tentang Antisipasi Dampak Geopolitik Global terhadap Pasokan Bahan Bakar Minyak baru terbit 20 hari lalu. Wali Kota Aminuddin memberi contoh konkret. Ia tidak menggunakan mobil dinas
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PROBOLINGGO – Surat Edaran Wali Kota Probolinggo Nomor 100.3.4.3/189/425.001/2026 tentang Antisipasi Dampak Geopolitik Global terhadap Pasokan Bahan Bakar Minyak baru terbit 20 hari lalu. Wali Kota Aminuddin memberi contoh konkret. Ia tidak menggunakan mobil dinas. Tidak juga diantar ajudan dengan kendaraan roda empat. Aminuddin memilih bersepeda menuju demplot pertanian di Kelurahan Jrebeng Lor, Selasa (7/4/2026).
Dengan bersepeda, ia menggabungkan pekerjaan dan penghematan energi sekaligus.
Setibanya di lokasi, Aminuddin langsung menyapa warga yang sudah menunggu. Tanpa banyak basa-basi, ia masuk ke area lahan dan ikut menanam. Bersama warga, Aminuddin menanam bibit mangga dan anggur.
Kegiatan ini sejatinya sudah direncanakan. Namun waktu pelaksanaannya bertepatan dengan masa sosialisasi edaran hemat BBM.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, Trilliya A, menyebut penanaman ini bertujuan membangkitkan kembali identitas kota sebagai penghasil mangga dan anggur. Namun yang menarik perhatian warga setempat adalah cara wali kota datang.
"Pak Wali naik sepeda. Ya kami juga kaget. Tapi justru itu bagus, jadi contoh," ujar seorang warga yang ikut menanam.

Sebanyak 80 pohon mangga varietas manalagi dan arum manis serta 48 pohon anggur varietas Prabu Bestari, Probolinggo Biru, Jupiter, Ninel, dan Transfiguration ditanam pagi itu.
Angkanya tidak besar. Namun sebelumnya, pada 31 Maret 2026, pemkot sudah menanam 200 pohon anggur di 11 perangkat daerah, 3 kecamatan, dan 20 kelurahan. Artinya, program ini sudah berjalan sebelum edaran terbit.
Hanya saja, momen bersepeda Aminuddin menjadi penanda bahwa imbauan tertulis mulai diikuti aksi nyata.
Demplot pertanian di Jrebeng Lor memiliki luas total 0,68 hektare. Terbagi menjadi lahan mangga 0,42 hektare dengan 80 pohon dan lahan anggur 0,26 hektare. Sebanyak 0,16 hektare dari lahan anggur sudah tertanami sekitar 150 pohon dari berbagai varietas.
Dalam sambutannya, Aminuddin menyampaikan kekhawatirannya. Eksistensi mangga dan anggur di kota ini, katanya, mulai menurun. Butuh upaya serius. Ia menargetkan kawasan demplot menjadi percontohan sekaligus pusat pembibitan.
"Kurang lebih tiga perempat hektare ini kita penuhi dengan mangga dan anggur, agar menjadi ikon dan percontohan. Nanti kita siapkan panen raya," ujarnya.
Ia tidak menyebut soal sepeda dalam sambutannya. Namun kehadirannya dengan cara yang tidak biasa itu sudah cukup berbicara.
Di tengah kekhawatiran terhadap pasokan BBM akibat situasi global, seorang wali kota memilih mengayuh sepeda menuju lokasi kerja. Lalu menanam. Bukan hanya pohon, tapi juga contoh kecil tentang bagaimana bekerja tanpa selalu bergantung pada bahan bakar fosil. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


