Lakukan Transformasi Perilaku dan Bisnis, PT KMI Raih Green Leadership 2025
PT KMI raih Green Leadership PROPER 2025 berkat kepemimpinan Agus Priyatno dalam transformasi menuju industri hijau, penerapan CCU, dan inovasi “Kotak Kehidupan” bagi nelayan.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BONTANG – PT Kaltim Methanol Industri (KMI) menorehkan pencapaian strategis di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Green Leadership dalam Penganugerahan PROPER tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia.
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan tertinggi atas kinerja pimpinan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup PT KMI tidak terlepas dari kepemimpinan yang kuat Ir. Agus Priyatno, IPU, selaku Direktur Umum. Di bawah kepemimpinannya, PT KMI mampu melakukan transformasi perilaku dan bisnis menuju praktik industri hijau yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan berorientasi jangka panjang untuk pembangunan berkelanjutan. Keberhasilan tersebut mengantarkan Agus Priyatno meraih penghargaan Green Leadership tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia.
Sebagai satu-satunya perusahaan industri kimia di Indonesia yang mengolah gas alam menjadi methanol, PT KMI telah turut melakukan upaya mengatasi extraordinary turnaround seperti transisi energi melalui penyediaan bahan baku untuk biodiesel, mendukung ketahanan pangan nasional, mengurangi ketimpangan dan mengurangi kemiskinan.
PT KMI yang berlokasi di Kawasan Industri Kaltim Industrial Estate, Bontang, Kalimantan Timur melihat peluang untuk memanfaatkan emisi CO2 yang dihasilkan dari perusahaan di kawasan industri. PT KMI telah berhasil menerapkan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menghasilkan low carbon intensity methanol. Selain itu, PT KMI juga telah melakukan kajian kelayakan pemanfaatan biomethane sebagai bahan baku produksi biomethanol. Kedua program tersebut menunjukkan bukti komitmen PT KMI dalam pemanfaatan energi baru terbarukan dan peralihan energi rendah karbon menuju Net Zero Emission (NZE) di Indonesia sebagai bagian dari solusi terhadap isu perubahan iklim global.
Program transisi energi yang telah berhasil dilakukan di internal KMI kemudian ditransformasikan kepada masyarakat di Kota Bontang dalam bentuk Inovasi “Kotak Kehidupan” (Kemasan Efisien Hasil Ikan dengan Utilisasi Pendinginan Nitrogen). Kotak Kehidupan menghadirkan solusi inovatif bagi nelayan pesisir melalui penyediaan kotak penyimpanan ikan hasil tangkapan. Dengan memanfaatkan liquid nitrogen dari proses industri yang diolah kembali, PT KMI mengembangkan sistem pembuatan es batu tanpa listrik. Melalui “Kotak Kehidupan”, nelayan dapat menjaga kualitas hasil tangkapan tetap segar lebih lama, meningkatkan pendapatan, mengurangi emisi dan terlibat secara aktif menjaga ekosistem pesisir.
Kedepannya, PT KMI akan terus memperkuat komitmen dan melanjutkan upaya mengatasi extraordinary turnaround, mendukung program pemerintah dalam mewujudkan energi berkelanjutan untuk kehidupan yang lebih baik, serta melanjutkan transformasi menuju industri hijau melalui pengembangan dan optimasi teknologi rendah karbon. PT KMI juga berkomitmen untuk memperluas kontribusi di masyarakat, sebagai bagian dari tanggung jawab jangka panjang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dengan pondasi yang kuat dan arah strategi yang jelas, PT KMI melalui Ir. Agus Priyatno, IPU sebagai penerima penghargaan Green Leadership, optimistis menjadikan PT KMI sebagai benchmark bagi industri kimia di Indonesia.(d)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

