Perbaikan SMPN 2 Samarinda Pasca Kebakaran Dianggarkan Rp2,1 Miliar, Wali Kota Minta Efisiensi
Pemkot Samarinda siapkan Rp2,1 miliar untuk perbaikan SMP Negeri 2 Samarinda pascakebakaran, fokus 8 kelas dengan efisiensi tanpa mengorbankan keselamatan.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan anggaran sekitar Rp2,1 miliar untuk memperbaiki bangunan SMP Negeri 2 Samarinda yang mengalami kebakaran pada Rabu, 1 April 2026 lalu. Perbaikan difokuskan pada delapan ruang kelas yang terdampak, agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa rencana tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan intensif bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta sejumlah instansi teknis terkait. Dalam proses itu, ia meminta agar dilakukan efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan bangunan.
“Anggaran yang diajukan sekitar Rp2,15 miliar, tapi kami tadi memberi arahan kepada disdikbud untuk melakukan penghematan lagi,” ujarnya di Balai Kota Samarinda, Selasa (7/4/2026).
Menurut Andi Harun, secara umum perencanaan anggaran yang disusun sudah tergolong efisien. Namun, masih terdapat ruang untuk melakukan penghematan, khususnya pada komponen yang tidak berkaitan langsung dengan kekuatan struktur bangunan. Ia memperkirakan efisiensi dapat dilakukan di kisaran 5 hingga 10 persen dari total anggaran.
Penghematan tersebut diarahkan pada beberapa aspek, seperti desain arsitektural, sistem mekanikal dan elektrikal, serta pekerjaan finishing. Ia menilai pemilihan material masih dapat disesuaikan dengan kebutuhan bangunan sekolah yang tidak memerlukan spesifikasi tinggi seperti gedung komersial.

Salah satu yang disoroti adalah penggunaan keramik. Menurutnya, masih tersedia pilihan material dengan harga lebih terjangkau yang tetap layak digunakan untuk fasilitas pendidikan. Selain itu, komponen lain seperti jenis cat, plafon, dan atap juga dinilai memiliki potensi untuk dilakukan penyesuaian biaya.
“Pada umumnya angka yang ditujukan itu kami nilai sudah format efisien sebenarnya Cuma kita minta tadi misalnya keramik, masih ada keramik yang lebih murah Karena untuk bangunan sekolah itu keramik yang dipakai tidak harus keramik dengan spek komersil,” jelasnya.
Tak hanya material, Andi Harun juga menyinggung aspek teknis pada desain bangunan, khususnya penggunaan dak beton pada bagian tertentu. Ia menilai, jika elemen tersebut tidak memiliki fungsi menahan beban, maka penggunaannya bisa dipertimbangkan kembali.
Menurutnya, penerapan dak beton pada ruang yang tidak membutuhkan daya dukung besar justru berpotensi menambah beban struktur, terutama jika berada di lantai atas. Oleh karena itu, desain tersebut perlu dikaji ulang agar lebih efisien sekaligus tetap aman.
“kalaupun pakai cordak maka ketebalannya tidak harus tebal, karena tidak memiliki fungsi penahan apa-apa Dia hanya masuk kategori arsitektur,” tegasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh menyentuh aspek struktural utama bangunan. Struktur tetap harus dibangun sesuai standar teknis karena berkaitan langsung dengan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
“Kalau bangunan gedung itu yang tidak boleh terganggu aspek strukturnya Karena itu menyangkut aspek keselamatan Tapi dari sisi arsitektur, finishing, jenis cat, jenis plafon, jenis atap Itu semua bisa dilakukan penghematan,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh perencanaan pembangunan telah mengacu pada standar akuntansi serta ketentuan teknis yang berlaku dalam pembangunan infrastruktur pendidikan.
Saat ini, proyek perbaikan masih menunggu tahap finalisasi sebelum memasuki proses pelaksanaan. Pemerintah Kota Samarinda berharap, dengan perencanaan yang matang dan efisien, pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut bisa kembali berjalan optimal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


