Tak Lupa Kampung Halamannya, Pengusaha Banyuwangi Ini Tebar Manfaat di Kudus
“Anak desa itu harus percaya diri. Anak desa jangan minder bermimpi punya Denza (mobil listrik yang kini jadi tunggannya),” cetus Darsono.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANYUWANGI – Sudarsono, S.T., namanya. Mungkin sosok ini lebih dikenal sebagai pengusaha sukses di Banyuwangi. Namun bagi warga Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, dia tetaplah Darsono, putra daerah yang tak pernah benar-benar pergi dari kampung halamannya.
Kesibukannya mengelola usaha di bidang konstruksi tak membuatnya lupa asal-usulnya. Melalui berbagai kegiatan sosial, suami Yetik Trikiningsih, itu memilih untuk kembali, menyapa masa lalu, sekaligus menyalakan harapan baru bagi generasi muda di desanya.
Momentum itu terasa hangat dalam kegiatan Halal Bihalal SPPG Wonosoco yang digeber di bawah naungan Yayasan Barokah Sinergi Terpadu pada Rabu (8/4/2026). Bukan sekadar acara seremonial, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan antara anak-anak sekolah, guru, dan masyarakat.
Ratusan siswa dan guru PAUD Selendang Biru, TK Pertiwi Wonosoco, SD Wonosoco, dan SMP 3 Satu Atap Undaan, tumplek blek memadati SD Wonosoco, tempat Halal Bihalal digelar.

Mereka duduk bersama menikmati hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam konsep prasmanan, sesuatu yang mungkin sederhana namun menghadirkan pengalaman bermakna.
Di balik suasana itu, terselip cerita yang lebih dalam. Sekolah-sekolah yang kini dipenuhi tawa anak-anak itu dulu adalah tempat Darsono menimba ilmu.
“Dulu saya sekolah di sini. Jadi ada rasa ingin kembali, memberi semangat ke adik-adik agar terus belajar dan berani bermimpi,” kata bapak empat anak itu.
Kejutan Sederhana, Semangat Luar Biasa
Melalui program MBG, pria yang juga pemilik dapur SPPG Wringinpitu, di Dusun Ringin Asri, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, itu memulai langkah kecil yang berdampak.Namun, bapak dari Vinic Prasetya Damayanti, Fion Andrian Saputra, Avania Riski Febriani, dan Muhammad Al Fajar Pradipta Wicaksono, itu tak ingin berhenti pada sekadar membagikan makanan. Dia memilih cara lain untuk menambah semangat anak-anak dengan menghadirkan berbagai kejutan.
Setiap hari, pihaknya menyiapkan undian berhadiah uang tunai yang dibagikan secara acak kepada penerima manfaat. Uang hadiah tersebut ditempel di balik tutup ompreng, sehingga anak-anak mendapatkannya secara acak saat membuka makanan.
Selain itu, bagi siswa yang berhasil menghabiskan makanannya, terutama anak TK, juga diberi kesempatan mengikuti undian tarik uang menggunakan benang. Nominal hadiahnya bervariasi, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp100 ribu.
Bagi sebagian orang jumlah itu mungkin tak seberapa. Namun bagi anak-anak desa, itu adalah kegembiraan sederhana yang membekas.
“Biar anak-anak semangat makan, semangat sekolah juga. Kalau mereka disiplin dan tekun, saya yakin suatu saat bisa lebih sukses,” ujarnya sambil tersenyum.
Berbagi Tak Hanya untuk Anak-anak
Tak hanya berbagi keceriaan, Darsono juga menghadirkan kepedulian yang lebih dalam. Melalui Halal Bihalal tersebut, dia menyalurkan santunan kepada 17 anak yatim piatu mulai dari jenjang PAUD/TK hingga SMP.
Komitmen berbagi itu juga dia tunjukkan kepada para karyawan. Bersama mitra, pria tajir itu menghadirkan program umroh gratis bagi karyawan sebagai bentuk apresiasi.
Bahkan, pada Jumat (3/4/2026) kemarin, tiga orang karyawan baru saja kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah umroh melalui program tersebut. Ke depan, dia juga menargetkan dua staf SPPG akan diberangkatkan umroh gratis hingga akhir tahun.
Baginya, keberhasilan bukan hanya tentang seberapa tinggi usaha yang dibangun, tetapi juga seberapa besar manfaat yang bisa dibagikan.
Dari Desa untuk Masa Depan
Sebagai pengusaha, Darsono memang telah menapaki perjalanan panjang. Melalui perusahaannya, PT Mukjizat Jaya Mandiri, dia mengembangkan bisnis di bidang kontraktor, konstruksi bangunan, mekanikal, elektrikal, hingga penyedia barang di Bumi Blambangan.
Pria yang berdomisili di Dusun Ringin Asri, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, itu menyadari tidak semua anak desa memiliki kesempatan yang sama. Karena itu, dia ingin hadir, setidaknya untuk memberi dorongan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari desa kecil.
“Anak desa itu harus percaya diri. Anak desa jangan minder bermimpi punya Denza (mobil listrik yang kini jadi tunggannya),” cetus Darsono.
Kisah Darsono menjadi pengingat bahwa kesuksesan tak harus menjauhkan seseorang dari akar kehidupannya, justru bisa menjadi jalan untuk kembali, berbagi, dan menyalakan harapan bagi kampung halaman. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


